Kejar Investasi Asing, Airlangga Sebut Indonesia Perkuat Hilirisasi, Data Center

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus memperkuat daya tarik investasi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Strategi yang disiapkan pemerintah melalui pengembangan hilirisasi industri, penguatan ekonomi digital, dan perluasan akses pasar internasional.

Ia mengatakan, kinerja investasi nasional masih menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp 498,79 triliun atau tumbuh 7,22% secara tahunan (year-on-year). Penyerapan tenaga kerja juga meningkat menjadi 706.569 orang atau naik 18,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah mencatat investasi di sektor hilirisasi terus berkembang. Sementara itu, masuknya perusahaan hyperscaler global diklaim memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital dan data center di kawasan.

“Pemerintah terus menerapkan kebijakan fiskal yang prudent namun tetap bersifat countercyclical guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Reformasi subsidi juga terus dilanjutkan melalui peningkatan ketepatan sasaran penerima manfaat,” kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis (11/6). 

Deregulasi dan Percepatan Proyek Strategis

Di sisi lain, ia menyampaikan pemerintah juga memperkuat iklim investasi melalui berbagai langkah deregulasi dan percepatan proyek strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. 

“Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan Iklim Investasi. Langkah-langkah awal yang cepat membuahkan hasil meliputi penyederhanaan persetujuan impor, standardisasi proses perizinan usaha, dan percepatan proyek investasi strategis,” kata dia. 

Selain, itu pemerintah juga terus memperluas akses pasar ekspor melalui sejumlah perjanjian perdagangan internasional. Airlangga menyebut, Indonesia tengah mendorong penyelesaian berbagai kerja sama ekonomi komprehensif, termasuk Indonesia-Uni Eropa CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, serta Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Pemerintah juga melanjutkan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat, proses aksesi Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dan mempersiapkan Indonesia-United Kingdom CEPA sebagai bagian dari strategi diversifikasi perdagangan di tengah dinamika geoekonomi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden tegaskan nasionalisme jadi motor utama pertumbuhan ekonomi
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pemadaman Listrik Bergilir di Sumut: Sehari 4 Jam Mati Lampu
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Polres Rohil Siapkan Pengamanan Tradisi Bakar Tongkang di Bagansiapiapi
• 16 jam laludetik.com
thumb
Siswa SMA di Surabaya Tewas Dikeroyok Perkara Sandal Crocs Rp1,Juta, Sang Kakak Sebut Adiknya Dijebak
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Respons Berkelas Beckham Putra Nugraha, Tekanan Oknum Supoter Tak Berpengaruh pada Prestasi di Persib dan Timnas Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.