Di antara riuh warga yang berlalu-lalang di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Witono (61) setia menenteng mainan dan gelembung sabun untuk ditawarkan kepada siapa saja yang lewat.
Tak banyak yang tahu, di balik senyumnya saat menyapa calon pembeli, kakek Witono pernah pulang tanpa membawa uang sepeser pun hingga harus menahan lapar karena dagangannya tak laku.
Witono merupakan warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kesehariannya diisi dengan berdagang mainan anak-anak dan gelembung sabun. Ia sudah berdagang selama empat tahun.
Gelembung sabun itu dijual seharga Rp 10 ribu, sedangkan mainan dijual seharga Rp 35 ribu.
"Pilih jualan mainan karena ringan. Apalagi usia saya sudah tua. Kerjaan ini sebagai kesibukan supaya badan saya tetap bergerak," katanya, Kamis (11/6).
Ia menawarkan mainan kepada warga yang melintasi Alun-alun Simpang Tujuh Kudus setiap hari. Saat acara Car Free Day (CFD), ia berjualan pada pagi hari mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Selalu ada tantangan yang dialaminya saat berjualan. Ketika langit mulai mendung, ia harus bergegas mengemasi jualannya. Witono menceritakan, pernah suatu hari dagangannya sama sekali tidak laku. Pada akhirnya, ia harus pulang tanpa membawa uang.
"Pernah tidak bawa uang karena belum ada dagangan yang laku. Saat itu hujan deras," terangnya.
Selama ini, ia menggantungkan nasib kepada para pembeli yang melintas di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Penghasilan dari jualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Cukup tidak cukup disyukuri saja," sambungnya.
Selama kurun waktu empat tahun berjualan mainan, tantangan terbesar yang dialaminya adalah saat hujan turun. Pembeli pasti sepi sehingga berdampak pada penghasilannya.
"Penghasilan saya sehari-hari berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Dari nominal tersebut, keuntungan saya sekitar Rp 25 ribu," terangnya.
Berjualan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dipilihnya karena lebih hemat tenaga daripada harus berjualan keliling.
"Kalau keliling sudah tidak kuat tenaganya. Ke depannya ya akan terus berjualan mainan karena penghasilan saya dari sini," ucapnya.





