JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kawasan pemukiman di Jakarta, tiang listrik dipenuhi stiker jasa sedot WC, pemasangan CCTV, servis AC, hingga berbagai layanan rumah tangga lainnya.
Namun ketika malam tiba, sebagian tiang yang sama berubah menjadi alat komunikasi ronda warga.
Dentingan besi yang dipukulkan ke tiang menjadi penanda bahwa patroli keamanan lingkungan sedang berlangsung.
Di antara lapisan iklan yang menumpuk dan suara ronda yang masih bertahan, tiang listrik memperlihatkan bagaimana ruang publik di ibu kota kerap memperoleh fungsi baru di luar peruntukannya.
Baca juga: Bocah 6 Tahun Di-bully 2 Remaja di Jakpus, Dibenturkan ke Tiang Listrik sampai Koma
Bagi Rifa (37), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, suara pukulan besi pada tiang listrik saat malam hari masih menjadi bagian dari keseharian yang sesekali ia dengar dari rumahnya.
Menurut dia, kebiasaan itu sudah berlangsung sejak lama dan hingga kini masih dilakukan sebagian petugas ronda di lingkungannya.
"Masih ada, terutama buat ronda malam. Kalau petugas keamanan lewat biasanya tiang dipukul pakai besi beberapa kali. Dari rumah kami bisa dengar suaranya," kata Rifa saat ditemui Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Suara tersebut menjadi tanda bahwa ronda malam masih berjalan dan lingkungan dalam kondisi aman.
"Kalau dengar bunyi itu, kami tahu ada warga yang sedang patroli. Dari dulu sudah begitu," ujar dia.
Meski kini banyak lingkungan telah memasang kamera CCTV dan memanfaatkan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi warga, tradisi tersebut belum sepenuhnya hilang.
"Tapi beberapa petugas ronda yang sudah lama bertugas tetap melakukan itu karena sudah jadi kebiasaan dan warga langsung tahu kalau lingkungan sedang dipantau," kata dia.
Baca juga: Sensasi Menyantap Pancong Yaya di Pinggir Rel, Ditemani Gemuruh Kereta
Di sisi lain, Rifa juga melihat fungsi lain dari tiang listrik yang berdiri di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Pada siang hari, tiang-tiang itu dipenuhi berbagai stiker iklan yang menempel berlapis-lapis.
Mulai dari jasa sedot WC, servis AC, pemasangan CCTV, hingga jasa renovasi rumah.
"Ya sebenarnya kurang enak dilihat. Di satu sisi semrawut, di sisi lain memang ada warga yang akhirnya memakai jasa dari nomor yang ditempel di situ," ucap dia.
Dentingan Penanda Kampung yang Masih BertahanBagi sebagian warga, suara dentingan logam yang terdengar di tengah malam bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan cara sederhana untuk memberi tahu bahwa lingkungan sedang dijaga.
Salah satunya diungkapkan Mulyadi (58), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang telah lebih dari 20 tahun aktif mengikuti ronda lingkungan.
Menurut dia, memukul tiang listrik saat patroli malam sudah dilakukan sejak lama, bahkan sebelum telepon genggam menjadi barang yang umum dimiliki warga.
"Dari dulu memang begitu. Waktu saya mulai ikut ronda awal 2000-an juga sudah ada. Jadi kalau petugas ronda lewat, biasanya tiang dipukul beberapa kali pakai besi atau batang logam," kata Mulyadi saat ditemui di rumahnya.
Baca juga: Saya Tinggal di Hunian Lansia Bukan Berarti Anak-anak Tidak Sayang...
Ia menjelaskan, suara yang dihasilkan dari tiang listrik sengaja digunakan sebagai penanda bahwa petugas ronda sedang berkeliling.





