Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi di Indonesia meningkatkan daya tarik pendidikan nasional melalui Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) untuk menarik lebih banyak mahasiswa internasional sekaligus memperkuat internasionalisasi kampus.
Beasiswa KNB Jadi Pemantik Internasionalisasi KampusDirektur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Mukhamad Najib mengatakan Beasiswa KNB diharapkan menjadi katalisator untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Indonesia kepada mahasiswa asing.
Ia mengungkapkan, “Negara-negara seperti Australia dan Malaysia mampu menarik mahasiswa internasional dalam jumlah besar secara mandiri. Suatu saat kita ingin hal itu juga terjadi di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Najib, pengalaman positif para penerima Beasiswa KNB dapat menjadi sarana promosi yang efektif sehingga semakin banyak mahasiswa internasional memilih melanjutkan studi di Indonesia.
Kualitas Layanan Jadi Prioritas UtamaNajib menjelaskan jumlah perguruan tinggi yang mengikuti seleksi Beasiswa KNB tahun 2026 meningkat meski ketersediaan anggaran tetap, sehingga kuota penerima disesuaikan dengan alokasi yang tersedia.
Ia menegaskan, “Berapa pun jumlah mahasiswa internasional yang kita kelola, kualitas pelayanannya harus tetap prima. Mahasiswa yang dikelola dengan baik akan menjadi duta yang efektif untuk memperbanyak jumlah mahasiswa asing di kampus kita,” ungkapnya.
Selain mendukung sektor pendidikan, Kemdiktisaintek menilai Beasiswa KNB memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara sahabat melalui pengalaman positif yang dibawa para mahasiswa setelah kembali ke negara asal.




