Autoimun merupakan salah satu kondisi kesehatan yang banyak dialami. Menurut studi yang dipublikasikan pada 2023, setidaknya 1 dari 10 orang di dunia memiliki kondisi ini. Termasuk selebriti-selebriti ternama seperti Isyana Sarasvati, Enzy Storia, hingga Selena Gomez.
Dilansir Harvard Health Publishing, autoimun merupakan kondisi ketika sistem imun atau sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat. Kondisi ini bisa menyebabkan 80–100 jenis penyakit berbeda, termasuk masalah atau penyakit yang muncul di kulit.
Namun, sering kali orang tidak menyadari bahwa masalah kulit yang mereka alami, seperti kemerahan, gatal-gatal, hingga lentingan berisi cairan, disebabkan oleh kondisi autoimun.
“Orang-orang sering kali meremehkan masalah kulit sebagai masalah kosmetika atau hal yang mengganggu, ketimbang melihatnya sebagai penyakit sistemik. Sering kali mereka benar, tetapi kondisi autoimun juga bisa menjadi penyebabnya,” kata Editor Harvard Health Publishing Amerika Serikat, Dr. Robert Shmerling.
Jenis-jenis Penyakit Kulit AutoimunMenurut Harvard Health Publishing, masalah kulit yang disebabkan oleh autoimun didominasi oleh gejala-gejala di level permukaan seperti ruam, lepuhan, kulit bersisik, lentingan yang terasa sakit, hingga perubahan pigmen pada kulit. Terdapat sejumlah penyakit kulit yang cukup lazim terjadi.
1. PsoriasisIni merupakan penyakit kronis di mana sel kulit mengalami regenerasi yang terlalu cepat. Alhasil, kulit terlihat merah, menebal, dan bersisik. Meski bisa muncul di bagian kulit mana saja, psoriasis cenderung terjadi di kulit kepala, siku, hingga wajah. 10 persen penderita psoriasis juga mengalami psoriatic arthritis yang sebabkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak di persendian.
2. LupusPenyakit akibat autoimun ini dialami oleh sejumlah selebriti seperti Selena Gomez dan Isyana Sarasvati. Pada penderita lupus, kulit mereka mengalami peradangan dan ruam-ruam berbentuk kupu-kupu di pipi atau hidung. Ada pula lupus yang berdampak pada organ seperti ginjal dan jantung, yakni systemic lupus erythematosus.
3. SklerodermaIni merupakan kondisi di mana kulit mengalami penebalan dan membentuk jaringan parut akibat produksi kolagen berlebih. Skleroderma juga bisa melukai organ-organ internal.
4. VitiligoPada penderita vitiligo, kulit kehilangan sel-sel yang memproduksi pigmen. Inilah yang menyebabkan kulit mereka memiliki bercak-bercak putih yang berkontras dengan warna kulit asli. Kondisi ini biasanya terjadi di area mata dan tangan.
5. PemfigusDilansir Mayo Clinic, pemfigus merupakan gangguan kulit langka yang menyebabkan luka, lepuhan, atau lentingan berisi cairan di berbagai area kulit, seperti dada, pundak, punggung, hingga membran mukosa seperti mulut atau alat kelamin.
6. Alopecia AreataIni adalah kondisi kerontokan rambut kronis, di mana sistem imun menyerang folikel-folikel rambut. Alopecia areata menyebabkan kerontokan di sejumlah area, atau bahkan di seluruh bagian kulit kepala. Jada Pinkett-Smith adalah salah satu selebriti yang mengalami alopecia.
Benarkah Disebabkan oleh Stres?Hingga saat ini, masih belum diketahui dengan pasti apa penyebab kondisi autoimun. Namun, menurut Harvard Health Publishing, sebuah studi yang terbit di 2023 mengungkap bahwa stres mungkin bisa memicu penyakit autoimun seperti lupus.
Studi itu menemukan bahwa kejadian autoimun cenderung lebih tinggi pada orang-orang yang pernah didiagnosis mengidap gangguan yang berkaitan dengan stres.
Meski begitu, Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE menjelaskan bahwa stres tidak bisa dijadikan satu-satunya penyebab autoimun. Menurutnya, autoimun merupakan kondisi yang sangat kompleks dan bisa multifaktorial.
“Penyebabnya itu sangat kompleks, ya. Yang pasti, ada faktor genetik walaupun mungkin kalau dilihat orang tuanya atau di silsilah keluarganya tidak selalu harus memiliki kondisi autoimun. Tapi itu ada bawaan genetik,” jelas Windy ketika ditemui kumparanWOMAN beberapa waktu lalu.
Windy juga mengatakan, autoimun terjadi akibat sistem imun bermasalah. Kemudian, faktor lingkungan seperti makanan, minuman, obat-obatan, virus, polusi, hingga sinar matahari juga berpotensi menjadi faktor pemicu.
“Lalu, bagaimana dengan stres? Stres itu sebenarnya pemicu, tapi sering kali, stres itu menjadi ‘tong sampah’, ya, karena kita tidak tahu apa penyebabnya. Justru bisa jadi karena penyakit kulitnya, dia menjadi stres. Kalau bisa dibilang, seperti lingkaran setan,” papar Windy.
Dia pun menegaskan bahwa penyakit autoimun adalah kondisi yang sangat personal. Setiap individu bisa merasakan gejala yang berbeda dan pemicu yang berbeda. “Setiap individu itu sangat berbeda, sangat spesifik,” tutupnya.





