Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi MBG

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kejagung menetapkan satu tersangka baru dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi MBG. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan satu tersangka baru dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan tersangka baru tersebut berinisial AYS yang berasal dari pihak swasta.

Baca Juga:
Jual Beli SPPG Terungkap, 6.877 Dapur MBG Berlebih dengan Pemborosan Rp12 Triliun per Tahun

"Pada Sabtu yang lalu, 6 Juni 2026, itu tim penyidik menetapkan satu orang lagi tersangka ya. Atas nama AYS selaku pihak swasta sebagai tersangka," kata Syarief di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

Syarief menjelaskan, AYS merupakan pihak swasta yang diminta tersangka SS selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencari mitra dalam pelaksanaan program MBG.

Baca Juga:
Prabowo Klaim MBG, Cek Kesehatan Gratis, hingga Sekolah Rakyat Jadi Investasi Masa Depan

Menurutnya, SS memberikan akses kepada AYS untuk melakukan intervensi terhadap tim verifikator mitra MBG sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang masih kosong.

Selain itu, AYS disebut mengatur calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendaftar pada portal mitra MBG.

Baca Juga:
Nanik S Deyang Menghadap Prabowo, Laporkan Efisiensi Anggaran MBG

"Bahwa saudara SS melawan hukum memberikan akses kepada AYS untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang kosong dan mengatur sedemikian rupa calon SPPG yang mendaftar pada portal mitra MBG yang semula telah disetujui, kemudian menjadi dibatalkan status pendaftarannya, dan saudara AYS memfasilitasi SPPG yang baru mendaftar portal yang sudah tutup," ujarnya.

Setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut, lanjut Syarief, AYS diduga memberikan sejumlah uang kepada tersangka SS.

"Bahwa setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut, saudara AYS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang ya, kepada tersangka SS," katanya.

Atas perbuatannya, AYS disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 605 ayat 2 dan Pasal 606 KUHP.

Syarief mengatakan AYS saat ini ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Dengan penetapan AYS, jumlah tersangka dalam perkara ini menjadi empat orang. Sebelumnya ketiga mantan pimpinan BGN yang ditetapkan sebagai tersangka meliputi Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN), Sony Sonjaya (Mantan Wakil Kepala BGN), dan Lodewyk Pusung (Mantan Wakil Kepala BGN). 

Sementara mengenai kemungkinan adanya tersangka baru, Syarief mengatakan penyidik masih terus melakukan pendalaman, termasuk pula terkait kerugian negara yang ditimbulkan akibat ulah para tersangka.

"Kami masih terus melakukan pendalaman, masih terus melakukan pendalaman karena ini masih di awal, ya, di awal penyidikan kami tetap melakukan pendalaman dan apabila ada orang-orang yang melakukan atau dapat dimintai pertanggungjawaban, ya, selama ada alat buktinya, pasti akan kita proses," ujar Syarief.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksekusi Qanun, 2 Pelaku Perzinaan di Aceh Dihukum Cambuk 100 Kali
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ditangkap di Bali, Bos Kartel Australia Sempat Ganti Identitas
• 1 jam laludetik.com
thumb
KPK Kembali Periksa Pengusaha Heri Black Sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Sampaikah Kita pada Desentralisasi yang Hakiki?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pansus DPRD Kota Batu Tolak Pemindahan Bidang Pora ke Dinas Pariwisata
• 16 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.