Ringkasan Berita
* Pemerintah Kabupaten Gresik melalui DPUTR akan segera merealisasikan pembangunan 15 paket Jalan Poros Desa (JPD) dengan konstruksi beton di berbagai kecamatan untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar ekonomi lokal, dan memudahkan akses mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
* Proyek yang dibiayai APBD ini mencakup pelebaran jalan hingga 5 meter dengan ketebalan 30 cm, serta melibatkan pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) untuk menjamin durabilitas infrastruktur.
—————————————————
Gresik (beritajatim.com)– Kabar gembira
bagi masyarakat desa. Akses mobilitas warga yang selama ini dikeluhkan saat musim hujan, dipastikan akan segera mulus. Ini karena Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik dalam waktu dekat mengerjakan 15 paket proyek Jalan Poros Desa (JPD) dibeton.
Pihak berwenang setempat menyatakan bahwa proses lelang telah selesai dan pemenang kontrak untuk pengerjaan paket proyek ini sudah ditetapkan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pemerintah daerah terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur melalui perbaikan puluhan ruas Jalan Poros Desa (JPD) secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Fokus pembangunan diarahkan pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi hasil usaha dan pertanian. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, diharapkan arus barang dan jasa menjadi lebih lancar sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut bupati yang akrab disapa Gus Yani, percepatan pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu program prioritas yang terus dikawal pelaksanaannya. Penanganan Jalan Poros Desa dilakukan secara bertahap dengan memaksimalkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan DPRD Gresik.
“Pembangunan harus dikawal bersama agar berjalan sesuai perencanaan dan tepat sasaran. Peran masyarakat penting dalam mengawasi setiap proses yang berjalan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, komitmen pembangunan Jalan Poros Desa ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menghadirkan infrastruktur yang merata hingga tingkat desa. Selain meningkatkan aksesibilitas, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Gresik.
Ada 15 paket Jalan Poros Desa (JPD) yang dalam waktu dekat segera dibangun. Jalan tersebut diantaranya Domas-Hulaan, Randupadangan-Gempol Kurung, Setro-Pengalangan di Kecamatan Menganti. Berikutnya Kepuhklagen-batas Kabupaten Mojokerto, Kesamben Kulon-Sumbergede, Sooko-Pedagangan masuk wilayah Kecamatan Wringinanom.
Selanjutnya JPD Karangsemanding, Banjaragung, Sekar Putih, Karangsemanding-Banjaragung di Kecamatan Balongpanggang. JPD Sembayat-Morobakung Kecamatan Manyar. JPD Tambakberas, Cerme Kidul-Betiting Kecamatan Cerme. Serta JPD Sumari-Sumengko dan Petisbenem-Wadak Kidul wilayah Kecamatan Duduksampeyan.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro mengatakan, khusus JPD di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Gresik sudah ada pemenang tendernya.
”Ini sudah ada pemenangnya. Minggu ini kita jadwalkan untuk penandatanganan kontrak pengerjaan (SPMK),” katanya.
Lebih lanjut Eddy Pancoro menuturkan,
proyek infrastruktur ini sengaja dikelompokkan menjadi satu paket pengerjaan per kecamatan agar prosesnya lebih efisien, mengingat usulan yang masuk berasal dari desa yang berbeda-beda.
“Untuk di Kecamatan Menganti dilakukan pembetonan difokuskan pada tiga titik ruas jalan poros desa yang strategis dengan total panjang mencapai 880 meter,” tuturnya.
Tiga ruas JPD yang dimaksud antara lain
ruas Randupadangan dilakukan pembetonan sepanjang kurang lebih 320 meter. Hal yang sama pada ruas Setro-Pengalangan mendapat jatah pembetonan sepanjang 190 meter. Serta ruas Domas-Hulaan dibeton sepanjang 175 meter.
Tidak hanya sekadar pengaspalan ulang, proyek kali ini berupa peningkatan struktur jalan menggunakan semen beton (rigit beton). Sebelum dibeton, petugas akan melakukan pemasangan TPT (Tanggul Penahan Tanah) terlebih dahulu demi memastikan struktur tanah tetap stabil dan tidak longsor.
“Lebar jalan yang semula hanya berkisar antara 3,5 hingga 4 meter, nantinya akan diperlebar menjadi 5 meter.
Sedangkan untuk spesifikasi ketebalan beton, pihak dinas terkait menerapkan standar total ketebalan hingga 30 cm,” ungkap Eddy Pancoro.
Pemkab Gresik menargetkan seluruh paket pekerjaan di tiga titik ini selesai dalam kurun waktu 4 bulan. Namun, pengerjaan di masing-masing titik diprediksi bisa rampung lebih cepat dari target kolektif tersebut.
Langkah pembetonan ini diambil sebagai respon atas tingginya aktivitas niaga masyarakat di tiga desa tersebut. Selain terdapat pasar dan kawasan pemukiman yang padat, jalur-jalur ini merupakan akses vital perbatasan antar kabupaten/kota serta menjadi urat nadi perindustrian rakyat.
Warga setempat menyambut baik proyek ini, mengingat selama ini jika musim hujan tiba, kondisi jalan yang rusak kerap kali membahayakan pengendara dan menghambat perputaran ekonomi desa. Dengan jalan yang lebar dan beton yang kokoh, mobilitas masyarakat dipastikan akan meningkat tajam. [adv/dny]




