Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta Kemendikdasmen membentuk tim khusus untuk mempelajari buku ajar bagi peserta didik agar sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi.
Hal itu disampaikan Prasetyo usai pertemuan Presiden Prabowo bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6).
Prasetyo mengatakan pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu membahas berbagai aspek pendidikan, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik.
"Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa diskusi hampir 2 jam lebih betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan, baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan gurunya," kata Prasetyo.
Menurut dia, Presiden Prabowo juga memberikan tugas kepada Kemendikdasmen untuk segera membentuk tim yang akan mengkaji buku ajar maupun buku pelajaran yang digunakan oleh seluruh peserta didik di Indonesia.
"Dan termasuk beliau diberi tugas untuk sesegera mungkin membentuk tim untuk mempelajari buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi, yang kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar gitu," ujarnya.
Prasetyo menambahkan, seluruh pembahasan terkait sektor pendidikan telah dijelaskan secara rinci oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Ia menegaskan pemerintah dan Presiden Prabowo memiliki perhatian serius terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.
"Saya pikir cukup tadi sudah disampaikan semua oleh Prof Mu’ti Mendikdasmen," ucapnya.
Selain menyinggung sektor pendidikan, Prasetyo juga menjelaskan bahwa pemerintah masih melakukan penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mengkaji sejumlah alternatif skema dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
"Baik, saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional kita. Sebagai mungkin salah satu alternatif skema, barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu gitu. Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN, Mbak," tandas dia.





