Jabar terapkan lelang komoditas di WIITEX 2026 lindungi harga petani

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menerapkan sistem lelang komoditas dalam West Java International Industry and Trade Expo (Wiitex) 2026 untuk menjamin transparansi harga serta melindungi margin keuntungan petani kopi, teh, dan kakao di tingkat hulu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Nining Yuliastiani di Bandung, Kamis, menegaskan bahwa skema lelang terbuka ini sengaja diterapkan agar harga produk pertanian lokal tidak dipermainkan di bawah harga pasar yang wajar.

"Kami akan melakukan lelang komoditas. Alhamdulillah sudah terkonfirmasi, baik kopi, teh, maupun kakao, sudah ada pelaku usaha yang produknya siap dilelang dan buyer maupun trader juga akan hadir. Ini bisa dilihat nanti harga-harga ini akan transparan dan sesuai dengan harga yang wajar. Jadi enggak turun harga, petani nantinya bisa merasakan lebih baik lagi dari sisi harga," kata Nining.

Langkah proteksi nilai komoditas berbasis sumber daya lokal ini dinilai krusial mengingat preferensi pasar internasional terhadap kopi dan kakao asal Jabar baik dan juga diprediksi terus tumbuh.

Baca juga: Mendag: Kopi hingga tembakau jadi penyumbang utama pertumbuhan ekspor

Data Disperindag Jabar mencatat volume ekspor kopi melonjak dari kisaran 3 juta ton pada 2024 menjadi 5,3 juta ton pada 2025.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada kakao olahan yang pada 2025 bernilai 687 juta dolar AS (volume 75 juta ton), dan pada triwulan I tahun 2026 ini telah mengantongi nilai ekspor 123 juta dolar AS.

Nining menambahkan, pameran terintegrasi hulu-ke-hilir ini tidak hanya dibuka bagi korporasi besar, tetapi juga memberikan akses luas bagi masyarakat umum dan petani kecil untuk berkonsultasi langsung mengenai regulasi ekspor dan standardisasi mutu bersama 19 institusi terkait, termasuk Bea Cukai, Karantina, dan Kementerian Perdagangan.

Di kesempatan lainnya, Ketua Tim Perkebunan Ditjen PEN Kementerian Perdagangan RI, Irman Adi Purwanto Moefthi, menyatakan dukungannya terhadap penguatan komoditas perkebunan ini.

Baca juga: Pemerintah siapkan 280 juta bibit kakao-kelapa untuk perkebunan

Kemendag bahkan menyiapkan Paviliun Khusus Otomotif, Kopi, Teh, dan Kakao (OTK) terkurasi pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai kelanjutan dari Wiitex.

"Melalui integrasi pameran daerah dan nasional ini, kami berharap nilai transaksi komoditas perkebunan Indonesia tahun ini mampu melampaui capaian TEI tahun lalu yang mencatatkan angka di atas 20 miliar dolar AS," tutur Irman.

Diketahui, WIITEX 2026 yang mengangkat tema "The Golden Belt of Java: Coffee, Tea, and Cocoa for The Future" akan digelar pada 12-14 Juni 2026 di Summarecon Bandung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Syuting Film Pengabdi Setan 3 Digelar Tahun Ini, Joko Anwar: Lagi Hunting Lokasi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Mendikdasmen Harap Prabowo Hadiri Wisuda 12.500 Guru Penerima Beasiswa
• 4 jam laludetik.com
thumb
Gerindra: Tidak Ada Instruksi kepada Kader untuk Kuasai Dapur MBG!
• 46 menit lalurctiplus.com
thumb
Hashim Djojohadikusumo dan KDM Tanam Kedelai di Indramayu, Targetkan Swasembada Pangan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Infantino Buka Suara usai Tiket Final Piala Dunia Rp1,3 Miliar Tuai Kecaman
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.