REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lantunan ayat-ayat suci Alquran menggema khidmat di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/6/2026) lalu.
Di hadapan para orang tua, guru, dan tamu undangan, puluhan anak usia dini dari TK Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru dengan penuh percaya diri melafalkan hafalan mereka.
Baca Juga
Apa Pesan di Balik Serangan Tiba-tiba Iran ke Israel? Ini Kata Pakar Militer
Tentara Israel akan Mundur dari Lebanon Seusai Ultimatum Trump? Ini Kata Pakar Militer
Pakar Militer Bicara Kejeniusan Taktik Perang Hizbullah yang Bendung Pergerakan Militer Israel
Meski masih belia, kemampuan mereka menghafal Alquran menghadirkan rasa haru sekaligus kebanggaan bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Momen istimewa itu berlangsung dalam acara Tasyakuran Tahfizh yang dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Turut hadir Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Dr Fuad Bawazier, Kepala TK Islam Al Azhar Pusat Kebayoran Baru Hani Bawazier, para guru, serta orang tua murid yang tak henti-hentinya memancarkan kebahagiaan dari wajah mereka.
Suasana khidmat terasa sejak awal acara ketika para hafiz cilik membacakan Surah An-Naba secara bersama-sama.
Kekhusyukan itu semakin berkesan saat Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal secara langsung menyematkan selempang penghargaan kepada para penghafal Alquran tersebut.
Namun, suasana yang semula penuh kekhidmatan berubah hangat dan ceria ketika Nasaruddin Umar menyampaikan sambutannya.
Dengan gaya khas yang akrab dan sesekali menggunakan bahasa ala anak-anak, ia mengajak para hafiz cilik berdialog. Tawa polos anak-anak pun pecah, mencairkan suasana dan membuat acara terasa semakin dekat dengan hati para hadirin.
Di antara tamu yang hadir, pegiat pendidikan Dina Mulyana mengaku terkesan dengan pencapaian anak-anak tersebut.
Menurutnya, kemampuan menghafal Alquran pada usia dini bukan sekadar prestasi akademik, melainkan investasi besar bagi masa depan bangsa.