Gus Qowim Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Santri

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, menegaskan pentingnya menjadikan pesantren sebagai ruang yang aman, nyaman, dan ramah anak bagi tumbuh kembang santri. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII: Multaqa Ru’asa Al-Ma‘ahid yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia di Pondok Pesantren Al Amien, pada Kamis (12/6/2026).

Forum strategis tersebut mengangkat tema Memperkokoh Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak dan Penjaga Akhlak Mulia, yang menjadi ruang dialog bagi para ulama, pengasuh pesantren, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan Islam.

Perlindungan Anak Bukan Sekadar Aturan
Dalam sambutannya, Gus Qowim menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, perlindungan anak di lingkungan pesantren tidak hanya berkaitan dengan regulasi semata, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai dasar kemanusiaan dan ajaran agama.

Forum tersebut membahas berbagai isu penting mulai dari implementasi pesantren ramah anak, budaya pengasuhan yang santun, perlindungan terhadap kekerasan seksual, penguatan ketahanan keluarga, hingga kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber.

“Tema-tema tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di lingkungan pesantren bukan semata persoalan aturan, melainkan bagian dari ikhtiar besar menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan manusia,” ujarnya.

Pesantren Harus Menjadi Tempat yang Menenangkan Orang Tua
Gus Qowim berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan di berbagai pesantren di Indonesia.

Menurutnya, pesantren harus tetap menjadi lembaga pendidikan yang memberikan rasa aman bagi orang tua ketika mempercayakan pendidikan putra-putrinya.

“Kita ingin pesantren tetap menjadi tempat yang membuat orang tua merasa tenang menitipkan putra-putrinya. Menjadi ruang yang aman untuk belajar, nyaman untuk bertumbuh, dan kondusif untuk membangun karakter,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan santri menjadi fondasi penting dalam proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.

Pemkot Kediri Dorong Pendidikan Ramah Anak
Lebih lanjut, Gus Qowim menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak di seluruh satuan pendidikan.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik dan kurikulum yang diterapkan, tetapi juga dari rasa aman, penghargaan, dan perlindungan yang diterima peserta didik selama menjalani proses pembelajaran.

“Ketika anak-anak merasa aman, mereka akan lebih mudah berkembang. Ketika mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual, maka kualitas sumber daya manusia yang kita cita-citakan akan lebih mudah terwujud,” jelasnya.

Pesantren Mitra Strategis Membangun Generasi Berakhlak
Pemerintah Kota Kediri memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki akhlakul karimah, kecerdasan intelektual, ketangguhan mental, serta kepedulian sosial.

Karena itu, penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren menjadi bagian penting dalam mendukung lahirnya generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

Hadirkan Tokoh Nasional dan Pengasuh Pesantren
Kegiatan Pra Kongres Umat Islam Indonesia VIII ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan pesantren dari berbagai daerah.

Hadir di antaranya Anwar Iskandar, Marsudi Syuhud, Ahmad Fahrur Rozi, Amien Suyitno, Amirsyah Tambunan, serta para pengasuh pondok pesantren yang tergabung dalam Forum Multaqā Ru’asa’ Al-Ma‘ahid.

Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat perlindungan anak serta meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia, sehingga pesantren tetap menjadi benteng moral dan pusat pembentukan karakter generasi bangsa. [nm/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Pertamax Naik, Bahlil Klaim Perhitungan Dilakukan Secara Bijak
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelaku Pembunuhan Bilqis Bocah SD di Sragen Ditangkap, Pelaku Kenal Dengan Ayah Sambung Korban
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Film pendek Indonesia berpeluang menuju Oscar
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Gerindra: Tidak Ada Instruksi kepada Kader untuk Kuasai Dapur MBG!
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Jadwal Pertandingan Semifinal AFF Timnas U-19 vs Australia U-19 Malam Ini: Tayang Dimana & Jam Berapa?
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.