Perdamaian AS-Iran Terganjal Duit Rp217 T, Kok Bisa?

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (iStockphoto/studiocasper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perundingan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus berlanjut meski kedua negara masih terlibat dalam aksi saling serang. Sejumlah sumber menyebut upaya mencapai kesepakatan awal justru makin intens di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

"Iran menginginkan US$6 miliar hingga US$12 miliar dari dana bekunya dilepaskan ke Teheran, sementara Washington ingin melepaskan dana secara bertahap untuk barang-barang kemanusiaan dan menolak pengembalian dana ke Iran secara langsung," kata salah satu sumber Iran, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/6/2026).

Menurut tiga sumber Iran dan seorang pejabat Eropa, kedua negara masih aktif bertukar pesan terkait rincian mekanisme pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan akibat sanksi internasional. Komunikasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kesepahaman politik antara kedua pihak.


Pilihan Redaksi
  • Omongan Trump Pepesan Kosong, Rezim Iran Tak Runtuh Digempur AS
  • Rakyat Arab Saudi Terbelah soal Perang Iran, Ini Pandangannya
  • 9 Pernyataan "Asbun" Trump terkait Perang Iran dan Ekonomi AS

Sumber-sumber Iran mengungkapkan bahwa secara prinsip telah tercapai pemahaman politik awal antara Teheran dan Washington. Namun, sejumlah isu teknis masih menjadi pembahasan, terutama terkait mekanisme pelepasan dana hasil penjualan minyak Iran yang dibekukan di berbagai bank asing.

Nilai dana yang menjadi perdebatan cukup besar. Iran meminta pencairan dana sebesar US$6 miliar hingga US$12 miliar, setara sekitar Rp108,57 triliun hingga Rp217,14 triliun. Sementara itu, AS menginginkan pencairan dilakukan secara bertahap dan terbatas untuk kebutuhan kemanusiaan.

Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa prioritas utama pemerintahan Iran saat ini bukanlah mencapai penyelesaian komprehensif dengan AS. Teheran lebih mengutamakan pelonggaran ekonomi melalui pencairan sebagian aset yang dibekukan serta penghentian konflik.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dirut Pertamina Buka Suara Soal Kenaikan Harga Pertamax

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Terima Vonis Banding Anak Riza Chalid: Sudah Akomodir Tuntutan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah nyatakan komitmen tata ulang MBG dalam satu bulan
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Kakek 78 Tahun Meninggal Terpanggang di Dalam Rumah Kontrakan yang Terbakar
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perut Buncit Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Risiko Penyakit Hati
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Silmy Karim dan Dadan Ditahan, Refly Harun: Prabowo Gagal Pilih Pembantu Jujur
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.