Pameran terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran 2026, resmi dibuka dengan meriah di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026. Pembukaan ajang tahunan yang diwarnai dengan pesta kembang api spektakuler ini sukses memukau ribuan pengunjung yang memadati area pameran pada malam pembukaan.
Gelaran bergengsi tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman.
Suasana pembukaan terasa semakin semarak saat langit Kemayoran diterangi oleh atraksi kembang api yang telah menjadi tradisi wajib setiap pembukaan Jakarta Fair. Para pengunjung tampak antusias menyaksikan momen yang menandai dimulainya pameran yang akan berlangsung selama lebih dari sebulan tersebut.
Baca Juga :
Sambut HUT Ke-500, Area Jakarta Fair bakal Diperluas 40 PersenPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menaruh harapan besar pada pergelaran tahun ini. Gubernur Pramono Anung menargetkan agar Jakarta Fair 2026 mampu melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Sebagai catatan, pada penyelenggaraan tahun 2025, ajang ini berhasil menyedot hampir enam juta pengunjung dengan total nilai transaksi mencapai Rp7,3 triliun.
Untuk tahun ini, Pramono menargetkan jumlah kunjungan dapat menembus angka enam juta orang dengan perputaran uang di atas Rp8 triliun.
"Saya sungguh berharap mudah-mudahan tahun depan lebih meriah dan lebih banyak transaksi buat UMKM lebih dari Rp9 triliun karena tahun lalu sudah lebih dari Rp7 koma (triliun), dan tahun ini diharapkan bisa transaksi UMKM Rp8 triliun," ungkap Pramono dikutip dari Headline News, Metro TV.
Jakarta Fair Kemayoran 2026 dijadwalkan berlangsung selama 32 hari, terhitung mulai tanggal 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Gelaran tahun ini diikuti oleh 2.800 peserta dengan 1.800 tenant yang menawarkan ragam produk unggulan, mulai dari kuliner, mode, otomotif, hingga kerajinan tangan.
Ajang ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi destinasi hiburan dan tempat belanja bagi warga, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM di Jakarta secara signifikan.




