REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republik Ceko akhirnya kembali menginjak panggung Piala Dunia setelah menunggu selama 20 tahun. Namun perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tidak dimulai dengan lawan yang mudah. Pada laga pembuka Grup A, Jumat (12/6/2026) pukul 09.00 WIB, tim asuhan Miroslav Koubek akan berhadapan dengan Korea Selatan di Stadion Akron, Guadalajara.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan latar belakang berbeda. Ceko datang sebagai tim yang baru kembali ke putaran final setelah absen sejak Piala Dunia 2006. Sementara Korea Selatan melanjutkan tradisi panjang sebagai salah satu kekuatan utama Asia dengan penampilan ke-12 mereka di ajang empat tahunan tersebut.
- Lima Pemain Penting Grup I Piala Dunia 2026, Adu Tajam Haaland dan Mbappe
- Nostalgia 2010, Meksiko Vs Afrika Selatan Kembali Buka Piala Dunia, Kali Ini di Azteca
- Lima Pemain Sorotan di Grup H Piala Dunia 2026, Yamal hingga Valverde Jadi Tumpuan
Kebangkitan Ceko setelah dua dekade
Bagi Ceko, tampil di Amerika Utara menjadi pencapaian tersendiri. Mereka sempat terseok-seok sepanjang kualifikasi dan gagal merebut posisi juara grup setelah kalah bersaing dengan Kroasia. Kekalahan mengejutkan dari Kepulauan Faroe bahkan memicu pergantian pelatih sebelum akhirnya federasi menunjuk Koubek untuk menyelamatkan peluang lolos. .rec-desc {padding: 7px !important;}Keputusan itu terbukti tepat. Pelatih berusia 74 tahun tersebut membawa Ceko melewati jalur play-off yang penuh tekanan. Republik Irlandia dan Denmark berhasil disingkirkan melalui drama adu penalti untuk memastikan tiket ke putaran final.
"Saya sudah melakukan pekerjaan ini selama sangat lama, jadi hal-hal seperti ini tidak membuat saya gugup," ujar Koubek.
Kini optimisme kembali menyelimuti kubu Ceko. Mereka datang ke Meksiko dengan catatan enam kemenangan beruntun. Dalam laga pemanasan menjelang turnamen, Ceko menundukkan Kosovo 2-1 dan Guatemala 3-1.
Koubek menilai timnya mungkin tidak memiliki banyak pemain kelas dunia, tetapi tetap mampu bersaing melalui disiplin dan organisasi permainan yang kuat.
"Semua akan bergantung pada taktik dan bagaimana kami memaksimalkan kekuatan yang kami miliki. Kami tentu harus menjaga disiplin dan menjalankan strategi permainan dengan baik," kata dia.
Kekuatan utama Ceko terletak pada permainan langsung dan efektivitas bola mati. Setengah dari gol mereka sepanjang kualifikasi lahir dari situasi bola mati, termasuk tujuh gol dari tendangan sudut. Di lini depan, Patrik Schick tetap menjadi andalan utama. Penyerang tersebut mencetak lima gol selama kualifikasi dan terus menjadi tumpuan dalam menyelesaikan peluang.
Dukungan untuk Schick akan datang dari Pavel Sulc yang berperan sebagai kreator serangan serta gelandang berpengalaman Tomas Soucek yang menjadi motor permainan di lini tengah.




