JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketidakpastian ekonomi global kembali menjadi perhatian investor. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ditambah meningkatnya tensi geopolitik dunia seperti konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, membuat banyak masyarakat mulai mencari instrumen investasi yang dinilai lebih aman.
Dalam kondisi seperti ini, emas kembali menjadi primadona. Logam mulia dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang kerap diburu ketika pasar keuangan bergejolak dan risiko ekonomi meningkat.
Tak heran jika minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain dianggap mampu menjaga nilai aset, emas juga dinilai lebih stabil untuk investasi jangka panjang dibandingkan instrumen yang lebih sensitif terhadap gejolak pasar.
Baca Juga: Mahasiswa Turun ke Jalan, Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Evaluasi Program MBG | BERUT
Mengapa Emas Menarik Saat Kondisi Global Tidak Pasti?
Ketika nilai mata uang mengalami tekanan dan ketidakpastian ekonomi meningkat, investor umumnya mencari aset yang memiliki daya tahan terhadap inflasi maupun volatilitas pasar.
Emas menjadi salah satu pilihan karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
- Menjadi instrumen lindung nilai terhadap inflasi.
- Relatif lebih stabil saat pasar keuangan bergejolak.
- Mudah dicairkan ketika dibutuhkan.
- Dapat dibeli secara bertahap sesuai kemampuan keuangan.
Karena alasan tersebut, banyak perencana keuangan menyarankan emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio, terutama saat kondisi ekonomi global tidak menentu.
Tips Membeli Emas untuk Pemula
Bagi masyarakat yang baru ingin memulai investasi emas, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar investasi lebih aman dan optimal.
1. Mulai dari Nominal yang Sesuai Kemampuan
Investasi emas tidak selalu membutuhkan modal besar. Saat ini tersedia berbagai pilihan gramasi kecil yang dapat dibeli secara bertahap. Membeli emas secara rutin dalam jumlah yang disesuaikan dengan kondisi keuangan dinilai lebih efektif dibanding menunggu memiliki dana besar.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- investasi emas
- harga emas
- rupiah melemah
- konflik iran
- safe haven
- galeri 24





