Kirana (26), Kamis (11/6/2026) pukul 09.30 WIB, sudah tiba di Warnet Gaming Sentinel di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, untuk melakukan war ticket atau berburu tiket konser supergrup asal Korea Selatan, BTS. Padahal, penjualan tiket untuk hari kedua konser baru dibuka tepat tengah hari, pukul 12.00 WIB.
Para penggemar fanatik BTS atau biasa disapa Army sudah berada di bilik warnet beberapa jam sebelum waktunya penjualan untuk menyiapkan perangkat, membuka situs penjualan tiket resmi, hingga menyusun strategi agar dapat tiket konser.
Konser BTS kali ini sangat istimewa karena setelah hiatus hampir selama 4 tahun dengan alasan beberapa personelnya harus menjalani wajib militer dan mengerjakan proyek musik solo, BTS akhirnya berkumpul kembali untuk menggelar tur skala global perdana dan terbesar sepanjang 2026 dan 2027. Mereka akan berkeliling Asia hingga Eropa. Tur ini sekaligus untuk mempromosikan album terbaru mereka yang bertajuk Arirang. Indonesia mendapat jatah dua kali konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 26-27 Desember 2026.
Kirana telah menyukai supergrup K-pop ini sejak 2018. Bahkan, demi dapat mengikuti war ticket ini, warga Margonda yang bekerja di sebuah perkantoran di kawasan Monas ini rela izin setengah hari dari perusahaannya. ”Saya sudah janjian sama teman kantor, selama saya di sini, dia untuk sementara mem-backup pekerjaan saya. Timbal baliknya dia titip di-beliin tiket sekalian,” ujarnya.
Sebenarnya Kirana sudah mendapat tiket BTS kelas VIP seharga Rp 4,5 juta, di luar pajak dan jasa admin, untuk hari pertama konser, yaitu 26 Desember. ”Tapi, saya masih pengin melihat mereka lagi, jadi saya sekarang cari tiket untuk hari kedua konser” katanya.
Perempuan yang mengidolakan Suga ini juga sudah membeli tiket konser BTS yang di Singapura. Konser BTS di Singapura berlangsung seminggu lebih cepat dari yang di Jakarta. ”Kangen. Sejak hiatus, saya belum pernah melihat penampilan mereka lagi,” ungkap Army ini beralasan.
Kirana sengaja mendatangi Warnet Gaming Sentinel yang berjarak sekitar 15 kilometer dari kantornya ini karena sudah beberapa kali tempat ini menjadi tempat war ticket. ”Tanggal 9 lalu saya coba nge-war dari kantor, tapi gak dapat, mungkin karena jaringan di kantor gak secepat di warnet, makanya hari ini saya coba ke sini,” kata Kirana.
”Tempat kami menjadi salah satu favorit untuk war ticket. Mungkin karena menggunakan jaringan LAN, jadi lebih stabil kecepatannya dibandingkan dengan menggunakan Wi-Fi”, ujar Isma, Creative Manager Sentinel.
Sekitar 100 pasang PC yang berada di empat lantai dikerahkan untuk menyukseskan acara war ticket ini. ”Kami sudah sejak Januari lalu pasang woro-woro untuk Army yang mau war ticket di sini,” kata Isma. Sentinel menjualnya dalam paket untuk 10 jam penggunaan dengan harga antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000.
Selain war ticket untuk BTS di Jakarta, Sentinel telah beberapa kali melakukan hal yang sama untuk konser-konser yang lain. ”Tempat kita sudah cukup sering dijadikan sebagai tempat war ticket, sebelum ini digunakan untuk war ticket konser EXO, Baby Monster, BTS di Kuala Lumpur dan di Singapura,” kata Isma.
Penanda waktu hampir mendekati pukul 12.00. Ruangan warnet perlahan-lahan hening. Army sudah berkonsentrasi di depan layar monitor masing-masing. Tak sedikit dari mereka juga menggunakan telepon seluler dan tabletnya untuk masuk ke aplikasi penjualan tiket.
Tak berapa lama, teriakan keras Rahma (26) membuyarkan keheningan lantai 3 warnet yang diisi sebanyak 32 PC itu, setelah ia berhasil memenangi war ticket BTS. Beberapa temannya yang duduk berdekatan dengannya langsung mengerubungi untuk memberi selamat.
Rahma berhasil masuk ke sistem pembayaran sekitar 10 menit setelah penjualan tiket dibuka melalui aplikasi Tiket.com. ”Saya dapat setelah sempat antre selama 10 menit. Padahal, antrean melalui HP sekitar 200.000 orang dan di komputer sekitar 600.000 orang,” kata Rahma.
Rahma yang datang jauh-jauh dari daerah Mampang ke Duren Sawit khusus untuk war ticket ini membeli 3 tiket kelas CAT 3, atau kelas terendah yang berharga Rp 1,8 juta. ”Saya sengaja menggunakan dua gadget, 1 HP dan satunya PC warnet, tinggal mana yang lebih cepat nyangkut,” ucapnya.
Menjumpai dan menyaksikan sang idola dari dekat yang mempunyai nama besar dan banyak penggemarnya memang butuh perjuangan yang sangat besar bagi Army. Seakan-akan apa pun akan mereka lakukan agar dapat memenangi ”peperangan” ini.





