Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) memutuskan menunda pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue yang sebelumnya ditargetkan rampung pada kuartal III/2026.
Corporate Secretary PYFA Herdiasti Anggitya Dwisani mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perseroan mempertimbangkan kondisi pasar modal dan situasi makroekonomi yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
"Perseroan menunda pelaksanaan rencana PMHMETD II. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan PMHMETD II," ujar Herdiasti dalam keterbukaan informasi, Kamis (11/6/2026).
Menurut manajemen, perseroan akan terus memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan kembali pelaksanaan rights issue pada waktu yang lebih tepat setelah kondisi pasar dinilai lebih stabil.
Meski demikian, PYFA menegaskan penundaan aksi korporasi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
"Penundaan PMHMETD II tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," tulis manajemen.
Baca Juga
- Pyridam (PYFA) Pacu Kapasitas Produksi hingga 3 Kali Lipat
- Pyridam Farma (PYFA) Pacu Produksi, Targetkan Laba pada 2026
- Pyridam Farma (PYFA) Rancang Rights Issue 5,7 Miliar Saham, Bidik Akuisisi & Ekspansi
Sebelumnya, PYFA telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan rights issue melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 April 2026.
Berdasarkan rencana yang telah diumumkan, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Selain itu, PYFA juga berencana menerbitkan waran dengan jumlah maksimal 35% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Direktur PYFA Sinta L. Ningsih sebelumnya menyampaikan dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung potensi akuisisi guna mempercepat pengembangan usaha.
“Dengan persetujuan yang kami dapatkan, kami akan berfokus untuk melengkapi ekosistem kami. Sebagai perusahaan farmasi, memberikan produk dan layanan kesehatan terbaik dengan teknologi mutakhir bagi masyarakat adalah bentuk tanggung jawab kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Aksi korporasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi melalui kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik.
Awalnya, PYFA menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada akhir Juni 2026 dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada Juli 2026, sehingga seluruh proses rights issue dapat rampung pada kuartal III/2026.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





