Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek mendukung dan berpartisipasi aktif dalam serangkaian aksi unjuk rasa yang direncanakan digelar pada 12 Juni 2026.
Organisasi mahasiswa seperti BEM Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pancasila, dan Universitas Gunadharma, menjadi motor penggerak dalam gerakan ini.
Tempat pelaksanaan aksi unjuk rasa utama akan ditempatkan di dua lokasi strategis, yaitu Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat dan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Aksi di Patung Kuda dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB, sementara di Bundaran HI akan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Penentuan lokasi ini dipilih untuk mendapatkan perhatian publik dan pemerintah terkait kondisi dan tuntutan yang disampaikan.
Latar Belakang Aksi MahasiswaKondisi ekonomi yang tengah dialami masyarakat, terutama kelas menengah, semakin memberatkan kehidupan sehari-hari. Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat menjadi salah satu indikator krisis yang terjadi.
Selain itu, kebijakan fiskal pemerintah dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil dan lebih menguntungkan kelompok elit. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan mahasiswa sebagai representasi suara masyarakat muda dan intelek.
Mahasiswa menilai pertumbuhan ekonomi yang dipublikasikan selama ini hanya bersifat semu dan tidak menyentuh realitas masyarakat yang mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok dan kesulitan mencari lapangan pekerjaan.
Kebijakan pajak UMKM yang baru melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 juga menjadi sorotan karena dianggap memberatkan usaha kecil yang merupakan tulang punggung ekonomi rakyat.
Baca Juga:Bundaran HI Bakal Macet Saat Demo BEM UI Besok, Polda Metro Imbau Gunakan Jalur Alternatif
Aksi mahasiswa ini mengusung lima tuntutan utama yang dianggap sangat krusial dan mendesak untuk segera ditanggapi oleh pemerintah.
- Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM)
- Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
- Menghentikan militerisme di ranah sipil
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak
Baca Juga:Pemerintah Lakukan Pengurangan Anggaran MBG, Menkeu Purbaya: Ikuti Arahan Presiden





