Pernah merasa jadi lebih cepat lapar setelah melahirkan dan menyusui? Bahkan rasanya seperti lapar terus, padahal sudah makan?
Tenang, Moms, ini bukan hal yang aneh. Sebab, selama enam bulan pertama menyusui, tubuh ibu bekerja ekstra keras untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI).
Riset dalam tinjauan komprehensif yang disponsori WHO (Butte, López-Alarcón & Garza, 2002) menunjukkan bahwa ibu menyusui membutuhkan tambahan energi untuk menghasilkan ASI.
Kalori yang Dibutuhkan Ibu MenyusuiMenurut Riset WHO, ibu menyusui membutuhkan sekitar 500–675 kalori per hari pada periode ini.
Kalori tambahan ini bukan angka sembarangan. Secara sederhana, jumlah tersebut kurang lebih setara dengan satu porsi besar makanan harian seperti nasi lengkap lauk sering yang sering juga dianalogikan seperti 1 bungkus nasi padang.
Namun, kebutuhan energi ini ternyata berbeda pada setiap ibu. Dalam temuan tersebut dijelaskan, ibu dengan status gizi baik dan kenaikan berat badan kehamilan yang cukup umumnya membutuhkan tambahan sekitar 2,1 MJ per hari (±505 kkal).
Sementara ibu yang mengalami kekurangan gizi atau kenaikan berat badan kehamilan yang tidak optimal bisa membutuhkan hingga 2,8 MJ per hari (±675 kkal) selama enam bulan pertama laktasi, Moms.
Artinya, tubuh setiap ibu punya perhitungan energi yang berbeda, tergantung kondisi sebelum dan selama kehamilan.
Lalu Bagaimana setelah Enam Bulan Pertama?Kebutuhan energi saat menyusui tidak langsung berhenti, tetapi menjadi lebih bervariasi. Produksi ASI pada periode ini sangat dipengaruhi oleh MPASI dan frekuensi menyusui.
Kenapa Ibu Menyusui Mudah Lapar?Rasa lapar yang meningkat sebenarnya adalah sinyal alami tubuh bahwa energi sedang banyak digunakan untuk produksi ASI. Jadi bukan sekadar nafsu makan naik tapi memang ada kebutuhan biologis yang meningkat.
Namun penting diingat, bukan berarti harus makan tanpa kontrol. Yang lebih penting adalah kualitas asupan, Moms.
Ibu menyusui tetap perlu menjaga pola makan bergizi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayur, buah, dan cairan yang cukup.
Dengan begitu, energi yang masuk benar-benar mendukung produksi ASI sekaligus menjaga kesehatan ibu, Moms.





