Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita kembali memperbaharui dan meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa yang sebenar-benarnya — yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya — baik dalam keadaan ramai maupun sendiri, dalam suka maupun duka.
Pada khutbah Jum'at kali ini, khatib akan menyampaikan tema yang sangat relevan dengan momentum yang sedang kita lalui, yaitu keistimewaan dan keutamaan bulan Muharram, khususnya tanggal 1 Muharram, yang menjadi pembuka tahun dalam kalender Hijriyah.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuliakan sebagian waktu di atas sebagian yang lain. Di antara bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah adalah empat bulan haram (al-asyhur al-hurum), sebagaimana firman-Nya dalam Surah At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi diri sendiri di dalamnya."
Rasulullah Ṣallallāhu 'alaihi wasallam menjelaskan keempat bulan tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu:
"Satu tahun ada dua belas bulan; di antaranya empat bulan haram, tiga berturut-turut: Dzul-Qa'dah, Dzul-Hijjah, dan Muharram; serta Rajab Mudhar..." (HR. al-Bukhari no. 3197 & Muslim no. 1679)
Maka, bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah, di mana amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan perbuatan dosa pun lebih besar timbangan dosanya dibanding pada bulan-bulan lain.