Laporan self-assessment tersebut nantinya akan diverifikasi dan diberikan penilaian terlebih dahulu sesuai ketentuan kepatuhan PP TUNAS.
IDXChannel—Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan sebanyak 175 produk, layanan, dan fitur (PLF) yang dinaungi oleh 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyerahkan self-assessment atau hasil penilaian mandiri.
Ratusan PLF itu di antaranya seperti Netflix, gim PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), hingga e-commerce Shopee.
Ini merupakan salah satu bentuk kewajiban kepatuhan terhadap PP No. 17/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) yang diterapkan sejak akhir Maret.
Meutya mengatakan bahwa laporan self-assessment tersebut nantinya akan diverifikasi dan diberikan penilaian terlebih dahulu sesuai ketentuan kepatuhan terhadap PP TUNAS.
Ketentuan tersebut diantaranya adalah identifikasi tingkat risiko platform terhadap pengguna anak di bawah usia 16 tahun, potensi paparan konten berbahaya (kekerasan, pornografi, perundungan), kesiapan dan akurasi sistem verifikasi usia serta mekanisme moderasi konten dan ketersediaan fitur kontrol orang tua (parental control)
Hasil dari verifikasi dan penilaian itu akan menjadi dasar penentuan terkait kategori risiko platform dan kesesuaiannya bagi kelompok usia tertentu.
“Karena menggunakan pendekatan berbasis risiko, setiap risiko harus ditelaah satu per satu, prosesnya memang memerlukan waktu. Kita mengukur setiap risiko. Di antaranya risiko terkait konten, risiko kontak dengan orang yang tidak dikenal, risiko kecanduan, risiko kesehatan, dan berbagai risiko lainnya,” ucap dia.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Indonesia memilih mekanisme yang tidak hanya berfokus pada perlindungan anak, tetapi juga mendorong platform melakukan perbaikan fitur dan tata kelola agar semakin aman bagi pengguna anak.
“Pendekatan ini berbeda dengan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan secara menyeluruh terhadap akses anak ke media sosial. Platform juga harus mau berubah menjadi lebih baik. Karena itu kami mengukur perubahan-perubahan yang mereka lakukan, termasuk fitur-fitur yang dibuat agar lebih aman bagi anak-anak,” tutur Meutya.
Maka dari itu, ia mengingatkan platform yang belum menyampaikan self-assessment agar segera memenuhi kewajibannya. Sejumlah platform yang telah melaporkan self-assessment di antaranya platform OTT (Over-The-Top) atau layanan streaming, yaitu Netflix, Vidio, HBO Max dan Disney.
Sementara kategori gim yang telah menyerahkan hasil penilaian mandiri untuk PP TUNAS seperti Roblox, PUBG Online, Crossfire, Age of Empires Mobile, Valorant, Free Fire, dan Mobile Legends.
Untuk kategori e-commerce yang sudah melaporkan self-assessment yakni Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop. Pada kategori payment system seperti Dana, Gopay, Flip.id, serta ChatGPT, dan Grab untuk kategori lainnya.
(Nadya Kurnia)





