Patuhi PP TUNAS, PUBG hingga Netflix Telah Serahkan Self-Assesment ke Komdigi

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Laporan self-assessment tersebut nantinya akan diverifikasi dan diberikan penilaian terlebih dahulu sesuai ketentuan kepatuhan PP TUNAS.

Patuhi PP TUNAS, PUBG hingga Netflix Telah Serahkan Self-Assesment ke Komdigi. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan sebanyak 175 produk, layanan, dan fitur (PLF) yang dinaungi oleh 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyerahkan self-assessment atau hasil penilaian mandiri.

Ratusan PLF itu di antaranya seperti Netflix, gim PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), hingga e-commerce Shopee.  

Baca Juga:
Komdigi Pastikan Data Biometrik Pengguna SIM Card Aman Pascaregistrasi, Ini Penjelasannya

Ini merupakan salah satu bentuk kewajiban kepatuhan terhadap PP No. 17/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) yang diterapkan sejak akhir Maret.

Meutya mengatakan bahwa laporan self-assessment tersebut nantinya akan diverifikasi dan diberikan penilaian terlebih dahulu sesuai ketentuan kepatuhan terhadap PP TUNAS. 

Baca Juga:
Komdigi Sebut Registrasi SIM Card dengan Biometrik Tidak Sulit, Begini Tata Caranya

Ketentuan tersebut diantaranya adalah identifikasi tingkat risiko platform terhadap pengguna anak di bawah usia 16 tahun, potensi paparan konten berbahaya (kekerasan, pornografi, perundungan), kesiapan dan akurasi sistem verifikasi usia serta mekanisme moderasi konten dan ketersediaan fitur kontrol orang tua (parental control)

Hasil dari verifikasi dan penilaian itu akan menjadi dasar penentuan terkait kategori risiko platform dan kesesuaiannya bagi kelompok usia tertentu.

Baca Juga:
Komdigi Bakal Perluas Uji Coba Digitalisasi Bansos Agar Tepat Sasaran

“Karena menggunakan pendekatan berbasis risiko, setiap risiko harus ditelaah satu per satu, prosesnya memang memerlukan waktu. Kita mengukur setiap risiko. Di antaranya risiko terkait konten, risiko kontak dengan orang yang tidak dikenal, risiko kecanduan, risiko kesehatan, dan berbagai risiko lainnya,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Indonesia memilih mekanisme yang tidak hanya berfokus pada perlindungan anak, tetapi juga mendorong platform melakukan perbaikan fitur dan tata kelola agar semakin aman bagi pengguna anak.

“Pendekatan ini berbeda dengan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan secara menyeluruh terhadap akses anak ke media sosial. Platform juga harus mau berubah menjadi lebih baik. Karena itu kami mengukur perubahan-perubahan yang mereka lakukan, termasuk fitur-fitur yang dibuat agar lebih aman bagi anak-anak,” tutur Meutya.

Maka dari itu, ia mengingatkan platform yang belum menyampaikan self-assessment agar segera memenuhi kewajibannya. Sejumlah platform yang telah melaporkan self-assessment di antaranya platform OTT (Over-The-Top) atau layanan streaming, yaitu Netflix, Vidio, HBO Max dan Disney.

Sementara kategori gim yang telah menyerahkan hasil penilaian mandiri untuk PP TUNAS seperti Roblox, PUBG Online, Crossfire, Age of Empires Mobile, Valorant, Free Fire, dan Mobile Legends.

Untuk kategori e-commerce yang sudah melaporkan self-assessment yakni Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop. Pada kategori payment system seperti Dana, Gopay, Flip.id, serta ChatGPT, dan Grab untuk kategori lainnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Struktur Bisnis dan Tata Kelola, RUPST PTBA Setujui Dividen Rp1,32 Triliun
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menjelajah Patakbanteng, Permata Baru Desa Bakti BCA di Lereng Gunung Prau
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Susunan Pemain Kanada vs Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia 2026
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Tugaskan Mendikdasmen Bentuk Tim Evaluasi Buku Ajar Sekolah
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelatih Afrika Selatan sayangkan timnya akhiri laga dengan 9 pemain
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.