Lombok Tengah (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat melaksanakan program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya) dalam rangka mendukung pelestarian budaya daerah.
"Program ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan dana yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kegiatan sanggar, termasuk pengadaan kostum tari dan kebutuhan penunjang lainnya," kata General Manager Bandara Lombok Aidhil Philip Julian di Lombok Tengah, Jumat.
Ia mengatakan program itu merupakan bentuk dukungan InJourney terhadap Asta Cita ke-8, yaitu memperkuat harmoni kehidupan yang selaras dengan budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan bangsa.
"Program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 4, TPB 8, dan TPB 11 melalui peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat, dan pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan," kata Aidhil.
Ia mengatakan mengatakan program itu merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pelestarian seni dan budaya daerah yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Nusa Tenggara Barat.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, dan para penggiat kebudayaan agar dapat terus melestarikan, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas," katanya.
"Kami percaya bahwa budaya merupakan aset berharga yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Aidhil.
Ia menambahkan, melalui Program Pojok Budaya, Bandara Lombok berupaya menghadirkan suasana bandara yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara.
"Tetapi juga sebagai etalase budaya daerah yang mampu memberikan pengalaman dan kesan positif bagi pengguna jasa bandara," katanya.
Ketua Sanggar Tari Rahayu Ketut Sri Rahayuningsih menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh perusahaan melalui Program Pojok Budaya.
“Bantuan ini akan kami gunakan untuk membeli kostum guna melengkapi kebutuhan sanggar, serta untuk mendukung berbagai keperluan lainnya," katanya.
Ia berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga sanggar seni semakin berkembang dan dapat melestarikan budaya daerah secara berkelanjutan.
Baca juga: Bandara Lombok dukung penguatan konektivitas penerbangan internasional
Baca juga: Bandara Lombok tambah penebangan maskapai baru tujuan Jakarta
"Program ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan dana yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kegiatan sanggar, termasuk pengadaan kostum tari dan kebutuhan penunjang lainnya," kata General Manager Bandara Lombok Aidhil Philip Julian di Lombok Tengah, Jumat.
Ia mengatakan program itu merupakan bentuk dukungan InJourney terhadap Asta Cita ke-8, yaitu memperkuat harmoni kehidupan yang selaras dengan budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan bangsa.
"Program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 4, TPB 8, dan TPB 11 melalui peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat, dan pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan," kata Aidhil.
Ia mengatakan mengatakan program itu merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pelestarian seni dan budaya daerah yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Nusa Tenggara Barat.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, dan para penggiat kebudayaan agar dapat terus melestarikan, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas," katanya.
"Kami percaya bahwa budaya merupakan aset berharga yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Aidhil.
Ia menambahkan, melalui Program Pojok Budaya, Bandara Lombok berupaya menghadirkan suasana bandara yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara.
"Tetapi juga sebagai etalase budaya daerah yang mampu memberikan pengalaman dan kesan positif bagi pengguna jasa bandara," katanya.
Ketua Sanggar Tari Rahayu Ketut Sri Rahayuningsih menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh perusahaan melalui Program Pojok Budaya.
“Bantuan ini akan kami gunakan untuk membeli kostum guna melengkapi kebutuhan sanggar, serta untuk mendukung berbagai keperluan lainnya," katanya.
Ia berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga sanggar seni semakin berkembang dan dapat melestarikan budaya daerah secara berkelanjutan.
Baca juga: Bandara Lombok dukung penguatan konektivitas penerbangan internasional
Baca juga: Bandara Lombok tambah penebangan maskapai baru tujuan Jakarta



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203688/original/064557400_1745982280-Dedik_Setiawan_dibayangi_Iksan_lestaluhu_dalam_sesi_latihan_arema_di_Stadion_Kanjuruhan.jpg)

