KOMPAS.TV - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Bupati Puncak Elvis Tabuni mengambil langkah strategis dengan menggelar roadshow ke sejumlah kementerian pusat di Jakarta pada Kamis (11/6/2026). Strategi "jemput bola" ini dilakukan guna mengamankan dukungan dan pendanaan program prioritas langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Elvis Tabuni didampingi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak, Thomas Tabuni serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.
Rombongan Pemkab Puncak menggelar audiensi dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) H. Yandri Susanto. Selain itu, mereka juga menemui Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Buhari Sirait.
Bupati Puncak Elvis Tabuni menjelaskan bahwa tujuan utama dari rangkaian pertemuan ini adalah memperjuangkan alokasi anggaran pusat untuk sektor-sektor esensial. Sektor tersebut meliputi percepatan pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, kesehatan, dan pendidikan di Kabupaten Puncak.
"Kabupaten Puncak merupakan daerah baru yang masih sangat tertinggal. Karena itu, kami menemui pemerintah pusat agar mereka bisa membantu mempercepat sejumlah program strategis daerah, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga program komunikasi dan telekomunikasi," ujar Elvis.
Baca Juga: Pemkab Puncak Raih WTP 7 Kali Berturut-turut, LKPD 2025 Kembali Diganjar BPK
Upaya proaktif ini langsung membuahkan hasil nyata. Pemkab Puncak berhasil mengamankan kuota bantuan untuk sektor papan (perumahan).
"Kami sudah menyerahkan sejumlah dokumen ke Kementerian PKP, dan Puncak bersyukur mendapatkan kuota 500 unit untuk program bedah rumah menjadi rumah layak huni yang akan direalisasikan tahun ini," tambahnya.
Bak gayung bersambut, Mendes PDT H. Yandri Susanto menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian khusus bagi Kabupaten Puncak. Terlebih, wilayah tersebut saat ini masuk dalam daftar 30 daerah sangat tertinggal di Indonesia.
"Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak. Tahap demi tahap kita akan majukan daerah ini. Karena Kabupaten Puncak masuk dalam 30 daerah sangat tertinggal, wilayah ini akan menjadi prioritas kami tahun ini juga," tegas Yandri di sela-sela pertemuan.
Suasana audiensi yang digelar Pemerintah Kabupaten Puncak dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta untuk memperjuangkan dukungan pembangunan infrastruktur, perumahan, pendidikan, dan layanan dasar bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah. (Sumber: Dok. Pemerintah Kabupaten Puncak)Penulis : Natalia-Frederica
Sumber : Kompas TV
- Advertorial
- Kabupaten Puncak
- Papua
- Anggaran Daerah





