Balik Rugi Jadi Laba, Phapros (PEHA) Putuskan Bayar Dividen Rp4,12 Miliar

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah keluar dari jerat kerugian yang belakangan menghantui, emiten farmasi Grup Biofarma PT Phapros Tbk. (PEHA) memutuskan untuk membagikan dividen atas keuntungan yang mampu dibukukan tahun lalu.

Direktur Utama Phapros Intan Abdams Katoppo, menerangkan selama 2025, Phapros telah mampu mencetak laba senilai Rp27,4 miliar, berbalik dari rugi senilai Rp290,6 miliar pada periode yang sama 2024.

Torehan solid itu dicatatkan Phapros setelah membukukan pertumbuhan penjualan sebesar dua digit dan upaya efisiensi operaisonal yang gencar dilakukan belakangan.

”Atas capaian tersebut, salah satu hasil RUPS tahunan buku 2025 menyepakati pembagian dividen tunai kepada pemegang saham di mana dividen payout ratio sebesar 15% atau Rp4,12 miliar dari laba bersih,” katanya dalam paparan publik Phapros, Kamis (11/6/2026).

Adapun melansir laman Investing.com, aksi pembagian dividen terakhir kali dilakukan Phapros pada 2023, dengan membagikan dividen senilai Rp13,37 per saham. Sisanya, kerugian yang menghantui menahan Phapros melakukan aksi ini.

Selain dibagikan sebagai dividen, sebagian besar keuntungan dialokasikan perseroan untuk kebutuhan return earnings seperti Capex.

Baca Juga

  • Absen 2 Tahun, Phapros (PEHA) Akhirnya Tebar Dividen Rp4,12 Miliar pada 2026
  • Rupiah Keok, Intip Jurus Emiten Farmasi Phapros (PEHA) Jaga Kinerja
  • Phapros (PEHA) Rombak Direksi, Intan Abdams Katoppo Jadi Direktur Utama

”Dan untuk keputusan tersebut, memang ada 85% yang akan dialokasikan untuk keberlanjutan profitabilitas ke depan untuk pecadangan. Tadi telah disebutkan juga bahwa kami juga masih memerlukan dana untuk capex atas kebutuhan pemenuhan compliance bagi industri farmasi yang highly regulated,” tambahnya.

Melansir laman resminya, Phapros mampu berbalik untung pada tahun lalu. Laba bersih yang mampu dibukukan bahkan mencapai Rp28,03 miliar sepanjang Januari—Desember 2025, berbalik dari rugi yang menghantui senilai Rp285,06 miliar pada 2024.

Dari sisi topline, kinerja solid ini didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 26,34% year-on-year (YoY) menjadi Rp940,88 miliar pada 2025, dari Rp744,69 miliar dari 2024.

Kenaikan penjualan terjadi di seluruh segmen produk. Pada segmen obat bebas tanpa resep dokter misalnya, telah naik 43,20% YoY; segmen obat generik berlogo tumbuh 13,59% YoY; dan segmen ethical naik 54,94% YoY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Gunung Api di Wilayah Timur Meletus Bersamaan Pagi Ini
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Depan SPBU Bogor, Diduga Korban Kecelakaan
• 28 menit laludetik.com
thumb
Keluarga Gelar Yasinan di Rumah yang Kebakaran Misterius di Sleman
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Muara Enim Suap Pejabat BPK untuk Pertahankan Opini WTP
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Liberty 5 Pro Series, Perangkat Audio yang Dirancang untuk Mobilitas Tinggi, Intip Yuk Beauty!
• 2 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.