Gandeng Unhas, LPS Bekali Generasi Muda Makassar Jadi Benteng Finansial di Era Digital

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kali ini, LPS menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengembangan kompetensi, penelitian, dan sosialisasi terkait fungsi, tugas, serta kewenangan LPS.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Unhas, Jumat (12/6/2026). Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mempererat sinergi antara dunia akademik dan sektor jasa keuangan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor keuangan dan perekonomian, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara regulator dan dunia akademik dalam mencetak sumber daya manusia unggul, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong lahirnya riset dan inovasi yang relevan bagi stabilitas sistem keuangan nasional,” ujarnya di hadapan sivitas akademika Unhas.

Menurut Farid, kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga mendukung pengembangan sektor keuangan nasional melalui penguatan ekosistem pengetahuan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan LPS akan membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kapasitas penelitian.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui program magang, penelitian, hingga berbagai kegiatan edukasi terkait sektor keuangan,” katanya.

Ruslin menambahkan, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen Unhas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap dinamika ekonomi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Tak hanya menandatangani kerja sama, LPS juga menggelar kuliah umum bertajuk “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kemandirian Generasi Muda” sebagai implementasi awal dari kolaborasi tersebut.

Dalam kuliah umum itu, Farid mengingatkan pentingnya literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya layanan keuangan digital yang kini mudah diakses melalui telepon pintar.

Menurutnya, kemudahan akses terhadap berbagai produk keuangan digital harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjebak dalam berbagai risiko dan jebakan finansial.

“Tingginya kepemilikan smartphone membuat akses terhadap layanan keuangan semakin mudah. Namun jika tidak dibarengi literasi yang baik, masyarakat bisa lebih rentan terhadap berbagai masalah keuangan,” jelasnya.

Farid juga mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini, mulai dari perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, hingga kemampuan mengenali produk keuangan yang legal dan terpercaya.

Ia menegaskan bahwa kesadaran finansial bukan sekadar kemampuan mengelola uang, melainkan juga berkaitan dengan integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan.

“Bekal inilah yang akan membantu generasi muda menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, LPS juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Utama LPS (BULPS). Unhas menjadi salah satu perguruan tinggi penerima program tersebut sejak 2024.

Pada tahun 2024, sebanyak empat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menerima beasiswa tersebut. Jumlah penerima kemudian meningkat menjadi 12 mahasiswa pada 2025 yang berasal dari berbagai fakultas, yakni FEB, Fakultas Hukum, FISIP, dan MIPA.

Sementara pada 2026, jumlah penerima kembali bertambah menjadi 13 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum.

Melalui berbagai program kolaborasi, pendidikan, dan beasiswa tersebut, LPS berharap dapat turut mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, serta memiliki pemahaman yang kuat mengenai sektor keuangan dan pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekor Piala Dunia yang Belum Terpecahkan: dari Miroslav Klose hingga Lionel Messi
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
• 27 menit laluantaranews.com
thumb
AS-Israel, Selisih Jalan Hadapi Iran
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
JAM Coin Resmi Diluncurkan, Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendikdasmen Sebut MBG Merupakan Bagian dari 7 Kebiasaan Indonesia Hebat, 6 Lainnya Apa Saja?
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.