Jakarta, ERANASIONAL.COM – Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan aksi berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas warga lainnya.
“Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat.
Menurut Budi, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi selama aksi berlangsung.
Antisipasi tersebut mencakup kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional, gangguan fasilitas umum, hingga potensi tindak kriminalitas.
Terkait pengaturan lalu lintas, Budi menyebut rekayasa arus kendaraan akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
“Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan,” katanya.
Budi juga mengimbau para peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib serta tidak membawa benda-benda berbahaya.
Ia meminta massa aksi tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun merusak fasilitas umum.
“Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” ucapnya.
Sementara itu, sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek memastikan akan ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menyatakan seluruh BEM fakultas di kampusnya akan turun dalam aksi.
Selain BEM UI, sejumlah organisasi mahasiswa lain seperti BEM IPB, BEM Universitas Pancasila, hingga BEM Universitas Gunadarma juga disebut akan bergabung.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan. Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara. Kedua, mendesak penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Ketiga, menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Keempat, meminta penghentian militerisme sipil. Kelima, mahasiswa menuntut Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindar dari persoalan yang terjadi. []





