Seorang nenek berinisial K (80 tahun) dan gadis berinisial AA (18 tahun) ditemukan tewas di sebuah rumah di Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Keduanya diduga korban pembunuhan.
Kapolsek Patikraja AKP Eko Sutanto mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB dari warga sekitar tentang penemuan jasad korban.
"Korban AA ditemukan meninggal di sebuah kamar yang tidak terpakai, seperti gudang dengan beberapa luka di tubuh. Sedangkan pemilik rumah, K ditemukan di dalam sumur," ujar Eko kepada wartawan, Jumat (12/6).
Ia menjelaskan, butuh waktu sekitar satu jam untuk mengevakuasi korban yang ditemukan di dalam sumur.
"Evakuasi berlangsung sekitar 1 jam dibantu Basarnas," jelas dia.
Terkait kronologi dan penyebab pasti kematian korban, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut
"Kami masih melakukan penyelidikan," ungkap Eko.
Cucu Korban KaburSementara itu, salah satu saksi mata sekaligus tetangga korban bernama Sudarmo mengatakan, peristiwa ini terungkap setelah ia melihat lampu rumah masih menyala pada pukul 06.30 WIB.
"Awalnya sekitar pukul 06.30 WIB lampu masih menyala, saya curiga, terus saya cek," ucap Sudarmo.
Ia lalu mengintip rumah korban melalui jendela dan menemukan cucu korban tidur di ruang tengah. Namun, cucu korban tidak merespons saat warga memanggilnya.
"Akhirnya dongkel saja pintunya, di... masih tidur atau pura-pura tidur saya kurang tahu, warga kemudian masuk. Kemudian ditanya 'mbah di mana?', 'di belakang', katanya," kata Sudarmo menirukan percakapannya.
Wanita AA Tak Dikenal Warga
Warga kemudian mengecek ke dalam rumah dan menemukan korban AA yang bersimbah darah di dalam kamar yang sudah tak terpakai. Warga mengaku tidak mengenal perempuan muda tersebut karena selama ini K tinggal sendiri.
"Saya tidak kenal perempuan itu, bukan warga sini. Lalu kami ngecek ke sumur karena tadinya ada tutupnya sudah enggak ada, kemudian disenteri, terlihat ada kaki, ternyatanya itu K," ujar Sudarmo.
Cucu korban kemudian langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya dan sempat menabraki warga. Hingga kini keberadaannya pun belum diketahui.
"Mungkin panik atau gimana, dia pergi bawa motor. Saya sempat minta warga buat mencabut kuncinya supaya tidak pergi. Tapi motornya lari kencang, nabrak orang-orang yang berkerumun berusaha membendung. Larinya ke timur sana," kata Sudarmo.





