Kemenperin Perkuat Peran IKM dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional dengan mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.
 
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung transisi energi, meningkatkan penggunaan komponen lokal, serta memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.
 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pembangunan industri kendaraan listrik nasional tidak hanya mengandalkan investasi dari industri besar, tetapi juga perlu melibatkan pelaku IKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Agus melalui keterangan resminya. Baca Juga:
Bakal Meluncur Solarky Sun V, Mobil Listrik dengan Panel Surya
Menurut Agus pertumbuhan industri kendaraan listrik yang terus meningkat perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.
 
“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri,” ujarnya.
 
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mempertemukan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan IKM komponen otomotif dalam kegiatan temu bisnis. Kegiatan ini melibatkan pelaku industri kendaraan listrik roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik.
 
Melalui forum tersebut, para pelaku IKM memperoleh kesempatan untuk memahami kebutuhan industri, standar kualitas yang dibutuhkan, serta peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar kendaraan listrik yang terus berkembang. Baca Juga:
Daftar Sasaran Tilang ETLE dan Nonelektronik Operasi Patuh Lodaya 2026
Agus menilai kolaborasi antara industri besar dan IKM menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
 
“Untuk mencapai target TKDN kendaraan listrik yang lebih besar, diperlukan partisipasi yang semakin luas dari industri komponen lokal, termasuk IKM. Kolaborasi antara industri besar dan IKM menjadi faktor penting dalam membangun industri kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan,” tambah Agus.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyebut perkembangan kendaraan listrik nasional membuka peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar.
 
“Perkembangan industri kendaraan listrik yang sangat pesat ini harus dapat dimanfaatkan oleh IKM nasional. Oleh karena itu, Ditjen IKMA memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dan APM kendaraan listrik agar tercipta peluang kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan,” ujar Reni.
 
Prospek industri kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Baca Juga:
 

Tidak hanya mobil listrik, pertumbuhan juga terlihat pada segmen kendaraan listrik lainnya. Populasi bus listrik hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit, sedangkan populasi motor listrik pada Februari 2026 mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.
 
Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik tersebut turut didukung oleh pengembangan infrastruktur pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik di berbagai wilayah Indonesia.
 
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara industri besar dan IKM, pemerintah berharap tingkat kandungan lokal pada kendaraan listrik nasional dapat terus meningkat sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di masa depan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Menkeu Tak Mau Tax Amnesty Diulang Lagi: Membebaskan Kriminal!
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tak Cukup IUP, Kementerian ESDM Tegaskan Perusahaan Tambang Wajib Penuhi RKAB
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
5 Zodiak yang Tak Bisa Jauh dari Kamera, Gemar Selfie Kapan Saja
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sony Sonjaya Ungkap Inisial SS, D hingga NS yang Diduga Terlibat Korupsi MBG
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu di Bandung Kurangi Produksi | SAPA SIANG
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.