Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengumumkan penangkapan seorang warga negara Amerika Serikat yang merupakan pemimpin think tank yang berfokus pada isu Myanmar, Min Zin, Jumat (12/6). Min Zin dituduh melakukan kegiatan intelijen dan membahayakan keamanan nasional China.
"Diyakini bahwa Min Zin telah ditahan secara kriminal oleh pihak berwenang terkait sesuai hukum atas dugaan terlibat dalam kegiatan spionase dan membahayakan keamanan nasional China," kata juru bicara Kemlu China, Lin Jian, dalam konferensi pers rutin, seperti dikutip dari Reuters.
Lin menambahkan, Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Guangzhou telah diberi tahu mengenai penangkapan Min Zin.
Tiga narasumber lain menyebut think tank yang dipimpin Min Zin bernama Institute for Strategy and Policy (ISP) — lembaga riset/kajian kebijakan yang fokus membahas isu-isu tentang negara Myanmar.
Min Zin ditangkap setelah terbang ke Kunming, kota di barat daya China.
Seluruh narasumber tersebut menolak identitas mereka diungkap karena kasus penangkapan Min Zin dianggap sebagai isu sensitif oleh otoritas China.
Hingga kini, Kemlu AS dan ISP belum memberikan komentar terkait penangkapan tersebut.
Penangkapan Min Zin terjadi sekitar sebulan setelah Presiden AS, Donald Trump melawat ke China pada Mei lalu. Dalam kunjungan itu, Trump bertemu Presiden China Xi Jinping.
Secara garis besar, lawatan Trump bertujuan menstabilkan hubungan kedua negara. Selama bertahun-tahun, hubungan China dan AS diwarnai ketegangan.
Min Zin sendiri merupakan mantan aktivis mahasiswa yang terlibat dalam gerakan demokrasi di Myanmar. Ia kemudian mempelajari ilmu politik di University of California, Berkeley, AS.
Setelah menyelesaikan studi, Min Zin mendirikan ISP. Awalnya, ISP beroperasi di Myanmar. Namun, setelah kudeta militer pada 2021, kantor organisasi tersebut dipindahkan ke luar negeri.





