JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga awal tahun 2027 dan berpotensi memengaruhi pola cuaca di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi ini diperkirakan membuat musim kemarau tahun 2026 berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal, sehingga masyarakat diminta mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Berdasarkan pantauan terbaru BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih cepat di sebagian besar wilayah Indonesia.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi secara bertahap pada periode Juli hingga September 2026.
Baca Juga: Prediksi BMKG Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan hingga 18 Juni 2026
Selain datang lebih awal, musim kemarau juga diprediksi memiliki durasi yang lebih panjang dengan curah hujan yang lebih sedikit dibandingkan rata-rata klimatologis.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh El Nino yang saat ini berkembang di Samudra Pasifik.
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola iklim global.
Di Indonesia, fenomena ini umumnya menyebabkan penurunan curah hujan sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama.
Menurut perhitungan BMKG pada awal Juni 2026, El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal tahun 2027.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- el nino
- prediksi el nino
- kekeringan
- bmkg





