Jakarta: Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melalui PT Danantara Investment Management (DIM) telah menerbitkan obligasi internasional perdana senilai USD1,5 miliar.
Penerbitan obligasi itu memperoleh kepercayaan kuat dari pasar keuangan internasional, tercermin dari dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD4,6 miliar atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan.
"Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan. Minat tersebut didorong oleh investor institusi berkualitas dari AS, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia," ujar Manajemen Danantara Indonesia sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.
Manajemen Danantara menyatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola. Serta prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi.
"Kepercayaan yang diberikan pasar internasional ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia," ujar Manajemen Danantara.
Baca Juga :
Restrukturisasi BUMN, Danantara Tempuh Langkah Sistematis(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Penerbitan surat utang jangka menengah Sebelumnya, pada 17 Maret 2026, Danantara Indonesia melalui DIM telah mengumumkan penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) senilai total Rp7 triliun.
Instrumen tersebut bernama Surat Utang Jangka Panjang II yang ditawarkan tanpa melalui penawaran umum PT Danantara Investment Management Tahun 2026 Tahap I, sebagaimana data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Surat utang itu terbagi dalam dua seri, yaitu seri A dengan jumlah pokok senilai Rp3,5 triliun dan kupon sebesar 2 persen. Seri ini bertenor lima tahun satu hari, sehingga akan jatuh tempo pada 18 Maret 2031.
Kemudian, seri B dengan jumlah pokok senilai Rp3,5 triliun dan kupon sebesar dua persen. Seri ini bertenor tujuh tahun sehingga akan jatuh tempo pada 17 Maret 2033.
Sebelumnya, Danantara juga telah berhasil mengumpulkan dana senilai Rp50 triliun dari penerbitan Obligasi Patriot (Patriot Bond), yang digunakan untuk digunakan untuk proyek energi baru dan terbarukan (EBT), serta konversi sampah menjadi energi (Waste to Energy).




