Celios Dorong Penguatan Cadangan Kedelai Nasional untuk Kurangi Ketergantungan Impor

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Galau Muhammad menilai penguatan cadangan penyangga kedelai nasional perlu segera dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas pasokan pangan dalam jangka panjang.

Subsidi Dinilai Hanya Solusi Sementara

Galau mengatakan kebijakan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk 250 ribu ton yang diberikan pemerintah dapat membantu pengusaha tahu dan tempe dalam jangka pendek.

Ia mengungkapkan, “Subsidi yang diberikan pemerintah itu sebenarnya adalah respons yang temporer untuk kemudian memberikan sedikit nafas.”

Menurutnya, kebijakan tersebut harus diikuti dengan penguatan produksi dan pasokan dalam negeri karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor kedelai, yang membuat pasokan rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan biaya impor.

Galau menyebut impor kedelai Indonesia mencapai sekitar 2,7 juta ton dengan sekitar 88 persen berasal dari Amerika Serikat, sementara ketergantungan impor mencapai sekitar 79 persen dari kebutuhan domestik.

Perlu Solusi Jangka Panjang

Ia mendorong pemerintah membangun cadangan penyangga kedelai nasional untuk menjaga stabilitas pasokan saat terjadi gejolak harga global maupun tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

“Saya rasa membangun cadangan penyangga pasokan kedelai nasional itu merupakan suatu hal yang harus dilakukan mulai hari ini,” ujarnya.

Selain itu, Galau menilai perluasan lahan tanam, peningkatan produktivitas, pemberian insentif bagi petani, serta pembenahan tata niaga dan distribusi kedelai harus menjadi prioritas agar rantai pasok lebih efisien.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan asosiasi pengrajin sehingga pelaku usaha memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam pengadaan bahan baku.

Menurut Galau, “Jadi tidak boleh hanya tolak ukurnya pada stabilisasi harga dalam beberapa bulan ke depan, karena itu menjadi satu solusi yang pragmatis. Yang kita ingin jawab adalah kebutuhan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, bagaimana kita mampu menurunkan ketergantungan impor komoditas kita.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bek Anyar Totenham Marcos Senesi Gantikan Leonardo Balerdi di Skuad Argentina
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rumah di Kemayoran Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Praz Teguh Mengaku Rugi Nama Baik usai Terseret Kasus Hanania Travel
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Raih Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026, Bupati Ischak Siap Serap Aspirasi Petani Tegal
• 9 jam laludisway.id
thumb
Cegat Mahasiswa Demo ke Bundaran HI, Polisi: Kalau Memaksa, Silakan Tabrak Kami
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.