jpnn.com - Ketua BEM FH Universitas Indonesia (UI) Anandaku Dimas Rumi menyebut polisi di lapangan merespons dengan tertawa ketika mahasiswa menanyakan alasan pengadangan massa untuk berdemonstrasi di Bundaran HI.
"Mereka hanya mengetawai kami, mereka hanya pura-pura menelepon atasannya," kata Dimas ditemui di area Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6).
BACA JUGA: Mahasiswa Dorong-dorongan dengan TNI-Polri di MH Thamrin
Diketahui, bus yang ditumpangi mahasiswa diadang polisi di kawasan Semanggi dalam perjalanan menuju Bundaran HI, pada Jumat ini.
Awalnya, ratusan mahasiswa hendak berdemonstrasi di Bundaran HI dengan membawa lima tuntutan.
BACA JUGA: Demo Mahasiswa di Jakarta, Polda Metro Jaya dan TNI Kerahkan 4.151 Personel
Selain di kawasan Semanggi, kata Dimas, polisi juga mengadang kendaraan mahasiswa yang hendak menuju Bundaran HI di kawasan GBK hingga dekat Hotel Fairmont.
"Tidak hanya di depan Semanggi, teman-teman, kami juga ditahan di GBK, di Fairmont, di tempat-tempat lainnya," kata dia.
BACA JUGA: Kritik Omongan Purbaya, Ichsanuddin Noorsy: Kenaikan Pertamax Bikin Ekonomi Tersendat, Rakyat Melarat
Sementara itu, Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan membeberkan alasan mahasiswa ngotot berdemonstrasi di Bundaran HI.
Sebab, kata dia, mahasiswa ingin menunjukkan ke publik bahwa kondisi Indonesia sedang tak baik-baik saja.
Dia mengatakan demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI sebenarnya sebagai bentuk kepedulian terhadap Indonesia, sehingga tak perlu direspons dengan pengadangan.
"Kami tidak ingin Indonesia justru benaran bangkrut, tetapi perilaku-perilaku inilah yang justru ketika tidak berubah akan membuktikan bahwa Indonesia akan bangkrut secara ekonomi," katanya.
Pantauan JPNN.com di kawasan Bundaran HI, belum terlihat mahasiswa yang hendak berdemonstrasi.
Polisi juga tak melakukan penyekatan lalu lintas di Bundaran HI. Tampak, kendaraan masih bisa melintasi kawasan tersebut.
Adapun, berikut lima tuntutan mahasiswa dalam aksi pada Jumat ini:
1. Stop pemborosan APBN,
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM,
3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,
4. Hentikan militerisme di ranah sipil,
5. Prabowo berhenti nengelak dan akui kesalahan pemerintah.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




