JAKARTA, KOMPAS.com- Massa mahasiswa dari berbaia universitas menggelar orasi di depan barikade kepolisian di Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).
Peserta aksi dari Jawa Tengah, Sulaeman, mempertanyakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait 19 juta lapangan kerja.
Hal ini menjadi salah satu dari lima tuntutan yang dia bawa bersama rombongannya.
“Yang ketiga kawan-kawan. Ciptakan lapangan pekerjaan dan buka peluang semudah mungkin bagi usaha rakyat! Setuju? Mana 19 juta lapangan pekerjaan? Lapangan pekerjaan hari ini untuk siapa? Oligarki!” seru dia saat berorasi.
Baca juga: Pramono Ingatkan Mahasiswa yang Demo Tak Rusak Fasum: Yang Rugi Masyarakat
Di depannya, mahasiswa dengan jaket almamater kuning duduk berhadapan dengan TNI dan Polri yang juga duduk membelakangi pembatas barikade.
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung juga duduk di antara mereka.
Tuntutan lainnya adalah terkait reformasi politik dan birokrasi.
Menurut dia, UMR di Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara lain disebabkan oleh gaji pejabat yang jumlahnya melampaui masyarakat pekerja.
“Maka kita harus tuntut! DPRD seluruh provinsi di Indonesia termasuk DPR RI, gaji take home pay-nya harus UMR!” seru dia.
Sementara itu, tuntutan utamanya yang menggerakkan demo hari ini bersama para mahasiswa berkaitan dengan kenaikan harga BBM.
Menurut dia, naik drastisnya BBM jenis Pertamax secara tak langsung memaksa rakyat menggunakan Pertalite yang akan berujung kepada krisis BBM lebih masif.
Baca juga: Saling Dorong Mahasiswa-Aparat di Dekat Bundaran HI, Barikade Polisi Sempat Ditembus
“Turunkan BBM dan stabilkan Rupiah! Hari ini kita yang kemudian waktu itu menggunakan Pertamax, terpaksa menggunakan Pertalite, antreannya lebih panjang dan kemungkinan Pertalite akan mengalami krisis stok,” ujar dia.
Sulaeman menyoroti pemborosan anggaran dan syarat KKN, serta meminta TNI dan Polri kembali ke fungsinya sebagai aparat penegak hukum tanpa memasuki jabatan-jabatan sipil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang