HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar kembali menerima sanksi berat. Tik main-main, lima sanksi langsung mereka terima sekaligus.
Ini merupakan dampak ulah para suporter yang membuat kerusuhan pada laga kontra Persib Bandung yang lalu. Akibatnya, PSM didenda total Rp380 juta, tanpa penonton dua laga home, serta penutupan tribune VIP Selatan selama satu musim kompetisi penuh.
Secara rinci, PSM menerima sanksi masing-masing tertuang dalam keputusan Komdis PSSI nomor 278/L1/SK/KD-PSSI/V/2026, terkait dengan terjadinya penyalaan flare, petasan, dan kembang api dalam jumlah banyak yang dilakukan oleh suporter PSM Makassar dari tribune utara, tribune selatan, dan tribune timur.
“Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Klub PSM Makassar dikenakan sanksi denda sebesar Rp250.000.000. Kedua, Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat,” bunyi keputusan tersebut.
Kemudian keputusan nomor 279/L1/SK/KD-PSSI/V/2026, akibat terjadinya pelemparan air minum kemasan dalam jumlah banyak yang dilakukan oleh suporter PSM Makassar ke arah tribune barat dan ke arah kaca OA (Official Area).
Ada dua poin keputusan juga di sini. Pertama merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Klub PSM Makassar dikenakan sanksi denda sebesar Rp. 30.000.000. Kemudian, pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.
Selanjutnya keputusan nomor 280/L1/SK/KD-PSSI/V/2026, bahwa terdapat suporter PSM Makassar dalam jumlah banyak memasuki area lapangan pertandingan. Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, PSM didenda Rp60 juta. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.
Ada juga keputusan nomor 283/L1/SK/KD-PSSI/V/2026, karena terjadinya penyalaan flare dan petasan, suporter dalam jumlah banyak memasuki area lapangan pertandingan, terjadi pencurian dan penjarahan, serta penyerangan kepada pemain Tim Persib Bandung.
Keputusannya, merujuk kepada Pasal 68 huruf a jo Pasal 69 ayat (1) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Panitia Pelaksana Pertandingan PSM Makassar dikenakan sanksi denda sebesar Rp40 juta, dan pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.
Terakhir, keputusan nomor 282/L1/SK/KD-PSSI/V/2026, terjadi penyalaan flare dan petasan, suporter melakukan invasi lapangan dan penyerangan kepada pemain Tim Persib Bandung, serta terjadi pencurian dan penjarahan barang di stadion.
Merujuk kepada Pasal 70 ayat (I), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, maka PSM Makassar diberikan sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton musim 2026/2027.
“Kedua, PSM disanksi penutupan sebagian stadion (Tribun Selatan) selama satu musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada musim 2026/2027. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. Juga sebanyak dua pertandingan saat menjadi tuan rumah, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada,” tulisnya.
PSM Makassar merespon hal ini melalui sosial media mereka. Mereka menganggap sanksi ini memberikan dampak yang sangat berat bagi tim. Terlebih lagi, ini merupakan momentum jeda menuju persiapan kompetisi baru.
Keputusan Komdis PSSI terhadap pelanggaran disiplin yang terjadi pada pekan ke-33 Super League laga PSM vs Persib tanggal 17 Mei. Sanksi-sanksi atas pelanggaran tersebut memberikan dampak kerugian yang sangat besar, baik itu denda materil maupun sanksi administratif,” tulisnya.
Mereka juga menyampaikan, kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran bersama, untuk saling menjaga. Mereka juga mengajak semua pihak untuk menjadikan stadion sebagai ruang inklusif untuk semua pihak.
“Kejadian ini sudah seharusnya menjadi bahan refleksi kita bersama untuk saling introspeksi diri dan berbenah menatap musim yang akan datang. Mari jadikan stadion tempat yang aman dan nyaman untuk siapa pun. Mari ki’ saling baku jaga,” ajakanya.
Eks kapten PSM Makassar, Zulkifli Syukur juga sebelumnya sudah menegaskan, tidak ada kompromi bagi para suporter yang mencoreng dan merugikan klub. Sehingga, layak diberi sanksi setimpal.
“Kalau saya, tutup saja tribune selatan itu satu musim, supaya mereka juga tahu diri. Bagi saya ini sudah tidak ada ruang kompromi, mereka merugikan klub dan mencoreng nama baik kita sebagai orang Makassar,” tegasnya.
Dia berharap, suporter bisa lebih dewasa dalam bersikap. Mereka harus memahami, sepak bola bukan melulu soal menang dan apa yang terlihat di atas lapangan saja.
“Saya mengajak teman-teman suporter ini lebih dewasa. Mari kita melihat sepak bola sebagai hiburan, sebagai olahraga, karena sepakbola bukan cuma apa yang kita lihat di atas lapangan, tetapi banyak hal juga yang terjadi di balik layar,” tutupnya. (wid)





