Kronologi Pembacokan Pelajar di Palmerah, Pelaku Nangis saat Digiring ke Kantor Polisi

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Baru-baru ini, terjadi pembacokan pelajar di daerah Palmerah, Jakarta Barat. Kronologi kejadiannya pun viral dan menjadi perbincangan di jagat maya.

Belum lama ini, terjadi peristiwa pembacokan pelajar di Palmerah, Jakarta Selatan. Kejadian mengerikan itu terjadi pada Selasa (9/6/2026).

Dikutip dari Kompas.com pada Jumat (12/6/2026), kejadian tersebut terjadi persisnya di Gang T, Palmerah Barat VI, Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa itu terekam pantauan kamera CCTV.

Pelaku dan korban diketahui sama-sama pelajar SMA. Hal itu diungkap oleh AKP Parman BM Nainggolan, Kapolsek Palmerah.

Ia juga mengungkap bahwa saat ini pelaku sudah diringkus pihak kepolisian. Hal ini berkat rekaman CCTV yang merekam jelas wajah pelaku.

Tak hanya itu, saat diringkus di sekolah, keduanya pun menangis. Mereka bahkan sedang menjalani ujian.

"Kedua pelaku ini masih pelajar juga, dijemput tadi pagi oleh kepolisian di sekolahnya saat sedang mengikuti ujian sekolah," jelasnya.

Parman juga mengungkap andil para pelaku dalam kronologi pembacokan pelajar tersebut. Ia mengungkap bahwa AS (16) dan MF (16) menggunakan gesper dan celurit untuk melukai korban.

Pihaknya juga mengungkap bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lain yang ditangkap. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan melalui rekaman CCTV.

"Untuk saat ini yang diamankan baru dua pelaku, untuk yang lainnya itu nanti melihat pemeriksaannya. Karena kedua pelaku ini yang melakukan penyerangan menggunakan gesper dan celurit," sambungnya.

"Setelah melakukan itu, pelaku langsung kabur. Nah, anggota kita melihatnya dari medsos pada sore hari, kemudian langsung ke TKP dan cek CCTV," lanjutnya.

 

Terkait motif pelaku, polisi mengaku masih melakukan pendalaman. Namun, terungkap bahwa baik pelaku dan korban tidak saling mengenal.

"Kemudian tindak lanjutnya nanti sesuai dengan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Reskrim Palmerah, tentunya akan dilakukan dengan Undang-Undang Anak," lanjut Parman.

Lalu, bagaimana kronologi pembacokan pelajar ini sebenarnya? Dikutip dari Tribunnews.com pada Jumat (12/9/2026), pelaku diketahui melakukan aksinya di pagi hari saat berangkat sekolah. Begitu pun dengan korban yang saat itu hendak menjemput temannya.

Namun, saat berpapasan di jalan, pelaku langsung menyabetkan gesper ke arah korban. Kemudian, pelaku lain turun dari sepeda motor dan mengejar korban.

Pelaku lalu mengayunkan celurit ke bahu korban dan menyebabkan luka. Setelah melakukan hal tersebut, keduanya kabur mengendarai sepeda motor.

Akibat dari pembacokan tersebut, korban yakni F harus menjalani perawatan. Ia mendapatkan 7 luka jahitan akibat sabetan senjata tajam tersebut.

"Dapat perawatan 7 jahitan di bahu kanan. Untuk motifnya masih dalam pemeriksaan," jelas Parman.

Selain hal itu, F pun juga harus menunda kegiatan sekolahnya. Bahkan, ia juga tidak bisa mengikuti ujian yang saat itu diselenggarakan.

Untungnya, pihak sekolah memberikan keringanan. Sehingga F bisa melakukan ujian susulan usai keadaannya membaik.

"Akhirnya minta keringanan untuk ikut ulangan susulan," jelas ayah korban.

Itulah kronologi pembacokan pelajar yang terjadi di Palmerah belum lama ini. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait motif pelaku. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ShopeePay Ungkap Strategi Perluas Akses Keuangan untuk UMKM
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Dijadwalkan Kunjungi Masjid Istiqlal
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Kabur Usai Tabrak 4 Motor, Pengemudi Avanza di Tarakan Diamuk Warga Usai Tertangkap
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Jejak Pengabdian Uun Kurniasih, Saat Kepala KUA tak Harus Menjadi Penghulu
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rombongan Mahasiswa BEM UI Tertahan di Tosari, Akses Menuju Bundaran HI Diblokade Aparat
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.