BPH Migas Perkuat Pengawasan BBM Subsidi dari Terminal hingga SPBU demi Penyaluran Tepat Sasaran

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai dari proses penyimpanan di integrated terminal (IT) hingga distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan penyalurannya semakin tepat sasaran.

Pengawasan Diperkuat dari Terminal hingga SPBU

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan pengawasan dilakukan secara menyeluruh sejak tahap penyimpanan dan distribusi hingga penyaluran kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan, “Pengawasan dilakukan mulai dari proses penyimpanan dan distribusi di integrated terminal (IT) hingga penyalurannya di SPBU.”

Menurut Wahyudi, meningkatnya mobilitas masyarakat turut mendorong kenaikan kebutuhan BBM subsidi sehingga penguatan sistem kontrol dan evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas distribusi.

Saat meninjau IT Panjang di Bandar Lampung, Wahyudi mengatakan, “Kita bersama-sama ingin meningkatkan kewaspadaan dalam penyaluran BBM subsidi, dimulai dari sistem ruang kontrol IT untuk memantau delivery order (DO) pengiriman BBM subsidi dan nonsubsidi yang dilaksanakan mekanisme kerja sama dengan mitra melalui Patra Logistik dan Elnusa Petrofin.”

BPH Migas juga terus memperkuat regulasi serta mengembangkan sistem digitalisasi untuk mendukung penggunaan QR code dalam pembelian BBM subsidi sesuai ketentuan pemerintah.

Wahyudi menambahkan, “Ini menjadi perhatian kita bersama, semoga kolaborasi ini dapat kita teruskan secara intens, dan kontrol di SPBU dijalankan dengan baik. Sehingga, dalam penyaluran BBM subsidi ini kita upayakan untuk lebih terukur, tepat untuk masyarakat, untuk ekonomi masyarakat dan menunjang mata pencaharian masyarakat.”

Stok BBM Aman dan Digitalisasi Terus Ditingkatkan

Selain memantau sistem digitalisasi, BPH Migas memastikan kondisi stok BBM di IT Panjang berada dalam keadaan aman dan distribusi ke seluruh SPBU di Provinsi Lampung berjalan lancar tanpa kendala.

Wahyudi menjelaskan, “Stok semua jenis BBM di IT Panjang dalam kondisi aman dan semua distribusi terpenuhi kepada seluruh SPBU di wilayah Lampung. Kaitannya pengiriman, suplai dari penyediaan hingga distribusi kepada SPBU, tidak ada kendala.”

Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menilai pengawasan BBM subsidi memerlukan keterlibatan berbagai pihak, terutama di tengah pengaruh faktor eksternal seperti kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan kondisi geopolitik global yang dapat memengaruhi pola konsumsi energi masyarakat.

Ia mengatakan, “Selama ini, kolaborasi BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga sudah berjalan dengan baik, ini perlu kita jaga dan kita tingkatkan. Agar apa yang diamanatkan pemerintah dalam mengawal BBM subsidi, bisa diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak dan tepat sasaran.”

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso menyatakan perusahaan terus memperkuat pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan akurasi penyaluran BBM subsidi sekaligus mempererat kolaborasi dengan pemerintah.

Alimuddin mengungkapkan, “Karena itu, peran BPH Migas dalam pengawasan untuk BBM subsidi sangat kami harapkan. Di internal, kami memastikan bahwa akurasi (penyaluran BBM subsidi tepat sasaran) bisa didukung menggunakan sistem teknologi informasi.”

Pada hari yang sama, BPH Migas juga melakukan pemantauan di salah satu SPBU di Lampung Selatan sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat melalui evaluasi data penjualan dan pemeriksaan rekaman CCTV untuk memastikan kepatuhan terhadap tata kelola penyaluran BBM subsidi.

Wahyudi turut mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan memanfaatkan layanan pengaduan apabila menemukan dugaan pelanggaran.

Ia menyampaikan, “BPH Migas memiliki helpdesk untuk aduan masyarakat, di nomor 08123000136. Silakan, bisa WhatsApp 24 jam dan BPH Migas pasti menindaklanjuti apabila memang ada aduan masyarakat.”

BPH Migas memastikan stok BBM di SPBU yang dipantau tetap dalam kondisi aman serta mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan menggunakan BBM secara bijak.

Pemantauan tersebut juga dihadiri Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Selatan Pertamina Patra Niaga Alexander Susilo, Manager Region Retail Sales Sumbagsel Pertamina Patra Niaga Ayub Ritto, dan IT Panjang Manager Pertamina Patra Niaga Titon Srihardian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Harga Pertamax Naik, Bahlil: Itu Menyesuaikan Pasar
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bandung Zoo Masih Tutup, Pembukaan Tunggu Pemenang Lelang
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pembangunan Transportasi Publik Dinilai Jadi Kunci Kesejahteraan Warga
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Pertandingan Indonesia U-19 vs Australia U-19, Modal Berharga Garuda Muda
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gagal ke Istana, Massa Aksi BEM UI Diadang Aparat di Depan Menara UOB: Jalan Sudirman Lumpuh
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.