Ilmuwan Dexa Medica Tembus Jajaran 5% Peneliti Terbaik Dunia

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Farmakolog molekuler Indonesia sekaligus Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Prof. Raymond Tjandrawinata, masuk dalam jajaran 5% ilmuwan terbaik dunia versi SciRank Global Database. Pengakuan tersebut diberikan setelah SciRank menganalisis lebih dari 8 juta peneliti, 20 juta publikasi ilmiah, dan data akademik dari lebih dari 150 negara.

Pencapaian tersebut menempatkan salah satu peneliti Indonesia dalam kelompok ilmuwan dengan dampak dan produktivitas riset tertinggi di tingkat global berdasarkan indikator bibliometrik yang mencakup publikasi, sitasi, dampak penelitian, dan pengaruh akademik.

“Pengakuan ini saya terima dengan penuh syukur. Di balik setiap publikasi, paten, dan pencapaian ilmiah, ada kerja keras banyak peneliti, kolaborator, dan mentor yang berjalan bersama selama bertahun-tahun. Bagi saya, tujuan utama riset adalah menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” ujar Prof. Raymond.

Peringkat terbaru tersebut melengkapi pengakuan internasional yang diterima Prof. Raymond dalam bidang farmakologi molekuler, biomedis, dan inovasi farmasi. Sebelumnya, AD Scientific Index 2026 menempatkannya dalam kelompok 3% peneliti terbaik dunia.

Berdasarkan data AD Scientific Index 2026, Prof. Raymond memiliki H-index 37 dan i10-index 112. Pada pemeringkatan yang sama, ia menempati peringkat ketiga Indonesia untuk bidang Pharmacy & Pharmaceutical Sciences serta peringkat ke-19 nasional untuk bidang Medical and Health Sciences.

Rekam jejak ilmiahnya juga tercermin dari produktivitas publikasi dan sitasi. Hingga saat ini, Prof. Raymond telah menghasilkan lebih dari 400 publikasi ilmiah internasional dengan total lebih dari 5.300 sitasi dari peneliti di berbagai negara. Dalam lima tahun terakhir, lebih dari 2.800 sitasi baru tercatat atas karya-karyanya.

Selain publikasi akademik, Prof. Raymond tercatat memiliki 64 paten yang terdaftar di Indonesia maupun sejumlah negara lain. Sebagian paten tersebut menjadi dasar pengembangan berbagai produk kesehatan yang telah dipasarkan di dalam dan luar negeri.

Karier riset Prof. Raymond dimulai sejak awal 1990-an ketika ia terlibat dalam proyek Spacelab Life Sciences milik NASA yang meneliti dampak mikrogravitasi terhadap tubuh manusia, termasuk fenomena kehilangan massa tulang pada astronot selama berada di luar angkasa.

Setelah terlibat dalam ekosistem riset internasional, Prof. Raymond memilih kembali ke Indonesia dan mengembangkan riset berbasis biodiversitas nasional melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) milik PT Dexa Medica.

Melalui lembaga riset tersebut, ia bersama tim peneliti mengembangkan berbagai inovasi kesehatan berbasis kekayaan hayati Indonesia yang kemudian melahirkan sejumlah produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) melalui pendekatan farmakologi molekuler dan pembuktian ilmiah.

Baca Juga: Penjualan Obat di Minimarket Makin Diawasi, BPOM Terbitkan Aturan Baru

Baca Juga: Tokopedia Masuk Bisnis Telemedicine, Lawan Maraknya Obat Ilegal Online

Pada 2026, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) juga menganugerahkan penghargaan kepada Prof. Raymond sebagai peneliti Indonesia dengan publikasi Scopus dan paten terbanyak di bidang biomedis interdisipliner.

Di tengah aktivitasnya sebagai eksekutif industri farmasi, Prof. Raymond masih aktif melakukan penelitian dan melanjutkan studi doktoral di bidang hukum dengan fokus pada hak kekayaan intelektual, regulasi kesehatan, dan inovasi farmasi.

Pada tahun yang sama, ia juga menerbitkan buku dwibahasa berjudul System Shift: Reading the World as Structure in Motion yang membahas kerangka analisis terhadap perubahan global di tengah ketidakpastian ekonomi, perkembangan kecerdasan buatan, dan dinamika geopolitik dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Aksi Mahasiswa, Berikut Daftar Rute Transjakarta yang Terdampak Penutupan Jalan
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
• 19 jam laluokezone.com
thumb
11 Pesepakbola dengan Bayaran Tertinggi di Piala Dunia 2026
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cuma Butuh Internet, Begini Cara Mudah Nonton Piala Dunia 2026 Lewat Live Streaming Resmi
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Kaltim perkuat pengelolaan mangrove demi ketahanan iklim
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.