Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan tingkat inflasi nasional masih dalam batas aman dan terkendali meskipun dibayang-bayangi penaikan harga BBM nonsubsidi. Terlebih, pemerintah juga telah menyiapkan bantuan sosial (bansos) untuk menjaga daya beli masyarakat.
Tito menegaskan hingga saat ini inflasi Indonesia masih stabil dan berada dalam rentang target pemerintah, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Mei 2026, tingkat inflasi tercatat pada angka 3,08 persen. Menurutnya masih dalam batas normal.
"Jadi masih berada dalam target, tidak melewati 3,5 persen," kata Tito, dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Tito, angka tersebut dinilai masih dapat ditoleransi. Justru menguntungkan sektor produksi, seperti petani dan juga nelayan.
Baca Juga :
Mendagri Tegaskan Masih Banyak Kepala Daerah yang Bersih dan Berprestasi Bagus"Itu juga bisa membuat para produsen senang, khususnya para petani, nelayan, dan pabrik-pabrik. Kenapa? Karena mereka akan mendapatkan keuntungan," kata Tito.
Semangat optimisme juga disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam kesempatan sebelumnya. Menurutnya, t inflasi nasional masih berada dalam kondisi terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
"Inflasi masih relatif terkendali walaupun sekarang di 3,08 persen, agak naik sedikit dibanding bulan sebelumnya," kata Purbaya dalam tayangan Breaking News Metro TV, Jum'at 5 Juni 2026.
Purbaya menjelaskan kenaikan inflasi dipicu oleh faktor musiman, khususnya lonjakan harga komoditas pangan. Misalnya, cabai merah dan bawang merah akibat cuaca ekstrem. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut bersifat sementara dan masih dalam batas yang wajar.
“Inflasi yang bagus itu bukan tinggi atau rendah. Kalau nol justru tidak bagus. Target kita antara 1,5 sampai 3,5 persen dan saat ini masih berada dalam rentang tersebut,” ujarnya.




.jpg)