Malaysia Lirik Rusia dan Turki untuk Diversifikasi Pasokan Minyak

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Malaysia tengah menjajaki sumber pasokan minyak mentah baru dari sejumlah negara guna mendiversifikasi pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir mengatakan upaya tersebut memerlukan evaluasi teknis karena minyak mentah dari setiap negara dan wilayah produsen memiliki karakteristik yang berbeda. Tidak semua jenis minyak mentah dapat diolah menggunakan fasilitas pengolahan yang saat ini dimiliki Malaysia.

Akmal mengungkapkan bahwa Rusia dan Turki menjadi dua negara yang saat ini sedang dipertimbangkan sebagai sumber pasokan baru.

“Setiap pasokan minyak mentah dari berbagai wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga perlu dilakukan penilaian apakah fasilitas yang kami miliki mampu menerima dan mengolah pasokan tersebut,” ujarnya dikutip dari The Star, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, diversifikasi pasokan tidak sekadar mencari sumber minyak dari berbagai negara, melainkan memastikan bahwa minyak mentah dari wilayah tertentu kompatibel dengan infrastruktur dan fasilitas pengolahan yang tersedia.

Dia juga memastikan pemerintah Malaysia telah menjamin ketersediaan pasokan minyak hingga akhir Juli 2026. Sementara itu, perkembangan terkait jaminan pasokan untuk periode berikutnya diperkirakan akan diumumkan pada akhir bulan ini.

Baca Juga

  • Diversifikasi, Malaysia Pertimbangkan Impor Minyak Mentah dari Rusia dan Turki
  • Harga Minyak Mentah RI (ICP) Mei 2026 Turun ke Level US$106,56 per Barel
  • Pasar Berharap Perdamaian AS-Iran, Minyak Mentah Brent Turun 19% sepanjang Mei 2026

Menurutnya, pemerintah Malaysia memilih pendekatan yang transparan dengan menyampaikan tingkat ketersediaan pasokan setelah seluruh aspek terkait sumber pasokan, biaya, dan perjanjian pengadaan diselesaikan.

Akmal menegaskan bahwa jaminan pasokan hingga akhir Juli tidak berarti kondisi pasokan akan menghadapi kesulitan setelah periode tersebut. Pemerintah akan mengumumkan jaminan pasokan lanjutan setelah proses finalisasi kontrak pengadaan berikutnya selesai.

Dia menambahkan, pemerintah tidak ingin terikat dalam kontrak pasokan jangka panjang di tengah volatilitas harga minyak global yang masih tinggi. Perubahan kondisi pasar dinilai dapat memengaruhi biaya yang harus ditanggung negara dalam pengadaan energi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
21.801 motor listrik MBG senilai Rp1,03 triliun masih belum dimanfaatkan | SAPA PAGI
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo: Saya Menyambut Kritik
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Menlu Sebut Diplomasi Ekonomi Jadi Andalan Prabowo Hadapi Persaingan Global
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Sphephelo Sithole pemain pertama dikartu merah di Piala Dunia 2026
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Cara Mudah Nonton Live Streaming Resmi Pertandingan Amerika Serikat vs Bosnia di HP
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.