JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya membenarkan adanya pembakaran ban di depan SPBU di Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026) malam.
“Iya, sedikit (pembakaran),” kata Budi ditemui di kawasan Bundaran HI, Jumat malam.
Baca juga: Demo Ricuh hingga Bakar Ban Depan SPBU Pancoran Bubar, Polisi dan TNI Masih Berjaga
Namun Budi bilang situasi sudah aman. Massa aksi yang membakar ban sudah dibubarkan secara persuasif.
Dia menegaskan tak ada massa aksi dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang diamankan.
“Untuk kejadian yang pelaksanaan penyampaian pendapat aksi di wilayah Pancoran, 15 massa dari OKP, ini juga ditangani dengan cara yang persuasif dan humanis,” jelas Budi.
Seorang pedagang di lokasi, Agus, juga membenarkan tidak ada massa aksi yang ditangkap polisi.
"Kalau yang ketangkap saya enggak tahu, enggak dah sih kayaknya, karena langsung bubar saja, karena ada polisi juga kali ya," kata Agus saat ditemui di sekitar lokasi, Jumat.
Menurut Agus, massa aksi sudah terlihat sejak sore, lalu membubarkan diri pukul 20.30 WIB.
"Dari sore sudah ramai di tugu (Pancoran) terus di sini (depan SPBU) sekitar jam 18.30 WIB. Teriak-teriak gitu dan bakar ban. Bubar baru sih enggak lama, sekitar 20.30 WIB," kata Agus.
Baca juga: BTN JAKIM 2026 Tutup Banyak Jalan Jakarta Besok dan Minggu, Ini Daftarnya
Diketahui, kericuhan terjadi saat pengunjuk rasa beratribut Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membakar ban dalam aksi unjuk rasa di depan SPBU.
Sekitar 30 pendemo dari GMNI membakar tiga ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.
Salah satu tuntutan yang mereka suarakan adalah agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Aksi pembakaran ban tersebut kemudian memicu reaksi dari aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Petugas sempat berupaya memadamkan api, namun dihalangi oleh sejumlah pengunjuk rasa.
Akibatnya, sempat terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat selama sekitar satu menit.
Setelah itu, petugas berhasil memadamkan api dari ban yang dibakar.
Aksi demonstrasi tersebut juga menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Pasar Minggu, baik dari arah Pasar Minggu menuju Pancoran maupun sebaliknya.
Sejumlah personel Sabhara yang dilengkapi pelontar gas air mata berjaga di sekitar lokasi demonstrasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




