Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar ajang Invirotech 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) mulai 11 hingga 13 Juni 2026. Mengusung tema besar 'World Environment Day Global: Inspired by Nature, for Climate and for Our Future', acara ini menjadi wadah strategis untuk menjawab tantangan perubahan iklim melalui penguatan inovasi dan teknologi.
Perhelatan tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional yang bertajuk 'Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim'. Invirotech 2026 diharapkan mampu menjadi pusat kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan guna mencari solusi konkret atas persoalan lingkungan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengakses pameran teknologi lingkungan, konferensi, forum kebijakan, hingga business matching. Terdapat pula sesi khusus seperti coaching clinic, workshop, serta simulasi skema perdagangan karbon.
Dalam rangkaian acara yang sama, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 pejuang lingkungan dari seluruh pelosok Indonesia. Salah satu penerima adalah kelompok tani hutan Sadar Sendiri dari Papua yang sukses mengembangkan budidaya pohon gaharu secara otodidak sejak 2003 untuk mencegah kepunahan pohon tersebut di alam liar.
Selain itu, KLH juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement Award kepada tokoh lingkungan nasional, Prof. Emil Salim, atas dedikasi panjangnya dalam memperjuangkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Baca juga: Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemerintah Dorong Gerakan Nasional Indonesia ASRI
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, menyebut perubahan iklim menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya pengendalian, pencemaran dan kerusakan lingkungan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa.
Karena itu teknologi, inovasi, data, kolaborasi dan perubahan perilaku menjadi kunci untuk menjaga kualitas air, udara, tanah, pesisir dan ekosistem lainnya tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
"Mengingat lingkungan hidup ini harus kita dorong bersama-sama melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk juga para pejuang lingkungan dan generasi-generasi muda,"ujar Rasio Ridho yang dikutip Primetime News pada Jumat, 12 Juni 2026.
KLH juga melibatkan generasi Z dan generasi Alpha dalam berbagai dialog interaktif untuk menyusun peta jalan aksi iklim masa depan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih peduli terhadap isu lingkungan dan berkelanjutan.
Pemerintah berharap melalui Invirotech 2026 dapat mempercepat penerapan teknologi bersih, memperluas ekonomi rendah karbon, serta mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih sehat dan tangguh terhadap perubahan iklim.




