REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor senior Tom Hanks mendukung pembentukan kategori baru di ajang Academy Awards (Oscar) khusus untuk pengisi suara. Menurut dia, performa akting suara seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dalam kategori utama seperti Aktor Terbaik dan Aktris Terbaik.
Pernyataan tersebut disampaikan Hanks kepada Gold Derby saat ia mempromosikan film animasi Toy Story 5. Hanks kembali mengisi suara karakter Woody. "Saya pikir mereka sudah memiliki cukup kategori. Kenyataannya, seorang pengisi suara dapat memenangkan Aktor Terbaik. Penilaiannya adalah setiap penampilan apa pun yang bisa menyentuh hati," kata Hanks seperti dilansir laman Variety, Jumat (12/6/2026).
- Taylor Swift Pecahkan Rekor Streaming Lewat OST Film Toy Story 5
- Bad Bunny Bakal Main di Film Toy Story 5, Isi Suara Karakter Pizza
- Olivia Rodrigo Ungkap Alasan Speak Up Soal Gaza
la kemudian mencontohkan aktor tangkap gerak (motion pictures), Andy Serkis, yang mampu menghidupkan karakter Gollum di film The Lord of the Rings. Menurut Hanks, meskipun Serkis tidak tampil secara langsung sebagai dirinya sendiri, ia tetap memberikan kemampuan aktingnya untuk karakter yang diperankan.
Hanks pun menegaskan bahwa esensi penilaian akting adalah dampak emosional terhadap penonton. "Jika penonton tersentuh, maka artinya mereka tersentuh olen penampilan seorang manusia yang menghidupkan karakternya. Baik melalui suara atau seperti Andy Serkis. Itu saja persyaratannya," kata dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Tom Hanks telah dua kali meraih Oscar Aktor Terbaik, masing-masing lewat film Philadelphia (1993) dan Forrest Gump (1994). la juga pernah dinominasikan untuk Annie Award pada 1995 berkat perannya sebagai pengisi suara Woody dalam Toy Story.
Hingga saat ini, Academy Awards belum pernah menominasikan penampilan yang hanya berbasis suara dalam kategori akting utama. Salah satu contoh yang sempat mendapat perhatian adalah Scarlett Johansson melalui suara dalam film Her karya Spike Jonze. Film tersebut justru memenangkan Oscar untuk Skenario Asli Terbaik.
Selain itu, Oscar juga belum pernah mengakui performa motion capture dalam kategori akting, sesuatu yang telah lama dikritik oleh sejumlah tokoh industri film. Aktris Zoe Saldana, yang menggunakan teknologi motion capture dalam film Avatar, juga pernah menyampaikan kekecewaannya terkait hal ini. la menyebut bahwa meskipun dirinya tidak mempermasalahkan kalah atau tidak dinominasikan, namun diabaikan sepenuhnya terasa mengecewakan.
"Kebiasaan lama sulit diubah, begitupun jika berbicara institusi lama, sangat sulit untuk membawa perubahan. Tidak menang itu tidak apa-apa, tidak dinominasikan juga tidak apa-apa, tetapi ketika Anda diabaikan dan diremehkan," kata Saldana dalam sebuah wawancara dengan The Independent pada 2024.
Sementara itu, sutradara James Cameron juga menilai bahwa Oscar sudah seharusnya mengakui akting Zoe Saldana sebagai Neytiri dalam waralaba Avatar. la menegaskan bahwa kualitas akting Saldana setara dengan aktor pemenang Oscar lainnya.
"Saya telah bekerja dengan aktor-aktor pemenang Oscar, dan tidak ada yang dilakukan Zoe yang kualitasnya lebih rendah. Namun karena ia memerankan karakter CG, seolah-olah tidak dihitung, dan itu tidak masuk akal," kata Cameron.



