Sultan Rakib Speaker pada Literasi Digital untuk Mahasiswa AIESEC-Unhas

harianfajar
13 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — AIESEC (Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales) Univeristas Hasanuddin (UNHAS) belum lama ini melaksanakan kegiatan impact circle dengan tema ; “Choose Your Mindset, Shape Your Perfective”, sebuah program literasi digital untuk umum dan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, AIESEC-Unhas menghadirkan speaker untuk materi literasi digital; yaitu Sultan Rakib. Sultan yang saat ini aktif di Dinas Kominfo SP Sulsel membawakan materi; “Beyond The Scroll”. Dalam kesempatan itu, Sultan Rakib sebagai Speaker mengatakan dan mengingatkan kepada seluruh mahasiswa peserta “impact circle” Aiesec-Unhas tersebut untuk menjaga screen time dalam melakukan surfing di ragam platform sosial media; instagram, fb, x, dan tiktok atau youtube.

‘’Terkadang kita niatnya masuk tiktok untuk menda-atkan referensi dua menit tiga menit, setelah itu berjanji lanjut kerja kembali. Apa yang terjadi, justru kita tenggelam dalam aktivitas scroll dua jam tanpa jedah. Kita tidak sadar kan. Itu namanya adiksi atau kecanduan scroll. Tentu teman-teman tahu sendiri dampaknya,’’ ujar Sultan Rakib.

Sultan menegaskan bahwa dalam literasi digital ada empat hal yang tidak bisa dipisahkan, digital skill, digital ethics, digital culture dan digital safety.

Digital skill menurutnya, adalah sesuatu yang harus dikuasai siapapun kita yang hidup di era sekarang. ‘’Tapi itu bukan segalanya. Digital skill memang penting, tapi digital ethics jauh lebih penting. Ibaratnya, ilmu itu harus dibarengi dengan adab. Adab ini ethics nya,’’ jelas Sultan yang juga Sekretaris Diskominfo SP Sulsel ini.

Menurut Sultan, transformasi digital saat ini mengharuskan kita untuk waspada. Alasannya, digitalisiasi barat oisau bermata dua. ‘’ada sisi terangnya, ada the dark side-nya. Judi online, passobis, dan aktifitas kejahatan digital lainnya menjadi bagian sisi gelap transformasi digital saat ini. Dengan digital ethics, dan digital safety, serta digital culture kita bisa menghindari dark side digitalisasi ini,’’ kata Sultan.

Dalam kesempatan itu, Sultan, berbagi tips cara agar kita tidak dikuasai oleh algoritma sosial media. Artinya, kita bisa palingtidak mengendalikan driving algoritme sehingga kita sebagai pengguna sosmed tidak terkena adiksi akut.

‘’termasuk melakukan reset preferensi video di IG dan Tiktok. Kedua kelik not interested jika ada opsi di dalam satu konten, selanjutnya, atur screen time, jeda sebelum sharing. Cari referensi yang relate dengan pekerjaan dan menopang masa depan teman-teman. Jangan impulsive semua video receh ditonton,” ujar Sultan. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Meledak, 15 Orang Alami Luka Bakar Serius
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cadangan Menipis, PT Timah Bakal Nambang hingga Kedalaman 80 Meter
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
ASDP Fokus pada Pemulihan dan Pendampingan Korban KMP Aceh Hebat 2
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mendagri Tito Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Demi Gerakkan Ekonomi
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
AS siapkan operasi rebut uranium Iran, namun ditunda Trump
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.