Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026 pagi tercatat tidak sehat berdasarkan pembaruan dari IQAir sekitar pukul 05.00 WIB. Masyarakat disarankan mengenakan masker saat berada di luar rumah. 

IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 184 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 102 mikrogram per meter kubik atau 20,4 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga :
Perhatian! Intip Rekayasa Lalin di Kemayoran Selama PRJ 2026
Pengaruh Kualitas Udara di Rumah terhadap Kesehatan Pernapasan, Ini 5 Cara Menjaga Sirkulasi agar Tetap Segar

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara, termasuk debu, asap dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Berdasarkan catatan mengenai kualitas udara Jakarta tersebut, masyarakat pun diimbau untuk menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah. Selain itu, masyarakat diminta menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Adapun kualitas udara Jakarta tercatat berada pada urutan ketiga terburuk di Indonesia, setelah Serpong dengan poin 240 dan Tangerang Selatan dengan poin 231.

Sementara itu Pemprov DKI Jakarta menyatakan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R Rasuna Said dan kawasan Sudirman-Thamrin terbukti membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor, sekaligus menurunkan polusi udara di Jakarta.

Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas lalu lintas kendaraan di kawasan pusat kota selama kegiatan berlangsung.

Sektor transportasi diketahui masih menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran udara di Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi melalui berbagai kebijakan, termasuk pelaksanaan HBKB.

Selain menyediakan ruang publik yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat, pelaksanaan HBKB juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kualitas udara. (Ant)

Baca Juga :
Naik TJ Tak Lagi Rp3.500? Pemprov DKI Siapkan Tarif Berdasarkan Jarak Tempuh
Pemprov DKI Pastikan Tarif Baru Transjabodetabek Perhatikan Ekonomi Warga
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Pertimbangkan Kemampuan Ekonomi Warga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibocorkan Eks Member Cherry Belle Ini, Sarwendah Berat Badannya Kini Sampai Turun Tiga Kilo!
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Meta Alami Gangguan Global, Facebook dan Instagram Sempat Down
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Perkuat Kemitraan Ekonomi Strategis, Indonesia dan Afrika Selatan Gelar Business Networking di Cape Town
• 56 menit lalutvonenews.com
thumb
Kenneth DPRD DKI: Pelaku Bullying Bocah Tersetrum di RPTRA Jakpus Harus Dihukum Berat
• 9 jam laludetik.com
thumb
Adhyaksa FC Makin Dekat ke Kalimantan Tengah, Siap Bangun Ekosistem Sepak Bola dan Prioritaskan Talenta Lokal
• 17 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.