Gelora Mahasiswa di Bundaran HI, "Ini Bukan yang Terakhir"

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa merespons kenaikan harga BBM, di dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026).

Mereka membawa tuntutan yang disuarakan di titik vital negara agar didengar berbagai kalangan masyarakat.

Massa aksi menuntut agar pemerintah berupaya menurunkan harga BBM, sampai menghentikan militerisme di ranah sipil.

Baca juga: Mahasiswa UI Serukan Aspirasi di Sudirman Jakpus, Bunyi Klakson Dukungan Bersahutan

Di Jalan Jenderal Sudirman, massa aksi berhadapan dengan tiga lapis barikade TNI-Polri. Mereka pun akhirnya menyuarakan aspirasi sambil duduk berhadapan dengan aparat keamanan.

Aksi mereka juga didukung berbagai kalangan. Mulai dari ibu-ibu, driver ojek online, hingga pengemudi mobil mewah yang membunyikan klaksonnya.

Mahasiswa kemudian membubarkan diri, unjuk rasa telah dirampungkan dengan tertib meski sempat terjadi cekcok beberapa kali.

Massa aksi berjanji akan kembali lagi ke Bundaran HI dengan massa yang lebih banyak agar tuntutannya didengar oleh pemangku kebijakan.

Lima tuntutan mahasiswa

Massa aksi bergerak dari Universitas Indonesia menggunakan angkutan umum.

Dalam perjalanan mereka ke Bundaran HI, kendaraan dihentikan di beberapa titik.

Seperti di Semanggi, di depan Gedung DPR, dan Jalan Gerbang Pemuda. Hal ini lantas tak membuat semangat membawa lima tuntutan surut begitu saja.

Massa aksi turun dari bus dan angkot, lalu merapatkan barisan dan bergerak menuju Bundaran HI dengan berjalan kaki.

Baca juga: Mahasiswa UNJ Gaungkan 10 Tuntutan kepada Pemerintah

Dalam setiap langkahnya, mereka membawa lima tuntutan utama.

Ketua BEM UI, Yalathof Imawan mengatakan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi dan sempitnya lapangan pekerjaan menjadi latar belakang mereka turun ke jalan.

"Lapangan kerja makin menyempit, harga sudah naik semua, dan juga pajak masih diterapkan kepada rakyat menengah ke bawah, termasuk rakyat kecil, oleh karena itu kita ingin menuntut pemerintah eksekutif dan juga legislatif," jelas Athof kepada wartawan sebelum berangkat dari Kampus UI, Jumat.

Mereka juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi sebagian besar masyarakat, tetapi justru menghabiskan paling banyak anggaran negara. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

"Program-program yang memboroskan anggaran, dan juga berhenti untuk mengeles atau berkilah dan tidak mengakui bahwa kondisi. Sekarang sudah krisis," tutur dia.

Selain itu, mereka juga menuntut agar harga BBM dan kebutuhan pokok diturunkan demi kepentingan masyarakat, dan menghentikan militerisme di ranah-ranah sipil.

Buntut dari semua permasalahan ini, mahasiswa juga mendesak agar pemerintah mengakui kesalahan mereka dan segera berbenah diri demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Mahasiswa UI Bubarkan Diri dari Titik Aksi, Janji Bakal Demo di Bundaran HI Lagi

KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Mahasiswa berhasapan dengan polisi di Jalan Jenderal Sudirman, minta dibukakan jalan ke Bundaran HI, Jumat (12/6/2026)
Dukungan masyarakat

Di tengah aksi mereka, mahasiswa juga mendapat dukungan publik dari berbagai kalangan.

Mulai dari ojek online yang datang merapat ke barisan, ibu-ibu yang membawakan makanan dan minuman, hingga aksi bunyikan klakson dari mobil-mobil mewah yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman ke arah Senayan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saat massa aksi berupaya menembus barikade dan berorasi, arus lalu lintas menuju Senayan terpantau ramai lancar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8 Anggota OPM Ikrar Setia NKRI, Serahkan Senpi dan Bintang Kejora
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kemenhaj: 69.388 Jamaah Haji Telah Tiba di Indonesia, Jangan Bawa Zamzam di Koper
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Menetapkan Pedoman Baru Keamanan Siber untuk Memperkuat Sistem Rahasia Amerika Serikat
• 51 menit lalupantau.com
thumb
Di Rakernas XVI ARSADA, Wamendagri Wiyagus Dorong Rumah Sakit Daerah Laksanakan Transformasi Tata Kelola yang Unggul
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Polda Metro Jaya Sterilisasi Bundaran HI dari Unjuk Rasa
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.