Jembatan Kaca Seruni Point adalah objek wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang membentang sepanjang 120 meter di atas jurang sedalam 80 meter.
Jembatan Kaca ini dipastikan akan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 atau bertepatan dengan musim liburan sekolah setelah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan CV Sinergi Permata Semesta sebagai pengelola.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meyakini kehadiran jembatan kaca ini bisa menjadi tambahan lokasi kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang datang melalui jalur laut menggunakan kapal pesiar (cruise).
“Kalau di Jawa Tengah bisa dua hari untuk Borobudur dan Prambanan ditambah wisata budaya di Yogyakarta, maka harapannya wisatawan bisa menghabiskan dua hari juga di Bromo dan sekitarnya,” ujarnya Sabtu (3/5) dikutip dari Bakorwil Bojonegoro.
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan infrastruktur tersebut dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam di kawasan konservasi.
Pengelolaan Jembatan Kaca Bromo juga menjadi bagian dari sinergi antara BB TNBTS dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.
Kolaborasi itu diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan kawasan, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan prinsip konservasi.
Sementara itu, Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta Achmad Ridho mengatakan pihaknya akan segera melakukan inspeksi dan perawatan praoperasional sebelum objek wisata tersebut dibuka untuk umum.
Menurut dia, pengoperasian Jembatan Kaca Bromo ditargetkan dapat dilakukan sebelum dan menjelang musim libur sekolah pada akhir Juni 2026.
Ridho menjelaskan bahwa operasional jembatan akan mengikuti seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) guna menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Terbaik Di Thailand Yang Wajib Masuk Itinerary Liburanmu
Ia menegaskan pihaknya tetap berpedoman pada seluruh SOP yang berlaku meskipun telah memiliki pengalaman mengoperasikan jembatan kaca di Kemuning Sky Hills, Jawa Tengah.
Selain mengedepankan aspek keselamatan, pengelola juga berkomitmen menjaga kelestarian kawasan konservasi di sekitar Bromo. Pemberdayaan masyarakat setempat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juga menjadi bagian dari rencana pengelolaan destinasi tersebut.




