Mohsen Rezaei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran mengatakan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) telah menyetujui pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp390 triliun yang sebelumnya dibekukan. Namun, menurut Rezaei, Trump belum secara terbuka mengonfirmasi keputusan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rezaei saat menghadiri upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Fars, Jumat (12/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Rezaei menilai konflik yang baru-baru ini terjadi justru meningkatkan posisi Iran di mata dunia. Ia mengklaim kemampuan pertahanan dan daya tangkal Iran kini semakin kuat, hingga membuat Trump enggan berhadapan langsung dengan Teheran.
Menurut Rezaei, kebijakan luar negeri AS saat ini juga semakin dipengaruhi Israel. Ia bahkan menuding AS telah menjadi “koloni rezim Zionis” akibat kuatnya pengaruh kelompok lobi Israel, dalam proses pengambilan keputusan di Washington.
Pernyataan Rezaei muncul setelah Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa nota kesepahaman yang sedang dibahas dengan AS akan mengakhiri konflik di seluruh garis depan, termasuk di Lebanon.
Araghchi mengatakan kesepakatan tersebut juga akan membuka jalan bagi dimulainya perundingan mengenai pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.
Di sisi lain, seorang pejabat senior pemerintahan Trump memprakirakan perjanjian untuk mengakhiri perang dengan Iran dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
Pejabat tersebut menyebut kesepakatan itu diharapkan menjadi langkah menuju pembongkaran program nuklir Iran, sekaligus mengakhiri ketegangan yang selama beberapa bulan terakhir memicu konflik militer antara kedua negara. (bil/iss)




