Jakarta: Lautan dan samudra berperan penting dalam transportasi, perdagangan, hingga penelitian ilmiah. Namun, tidak semua perairan memiliki kondisi yang aman untuk dilintasi.
Beberapa wilayah laut dikenal memiliki cuaca ekstrem, gelombang raksasa, arus kuat, dan badai yang dapat membahayakan kapal maupun awaknya.
Di antara berbagai perairan yang terkenal ganas, Drake Passage sering disebut sebagai salah satu jalur laut paling berbahaya di dunia. Perairan yang berada di antara ujung selatan Amerika Selatan dan Antarktika ini dikenal karena kondisi alamnya yang ekstrem dan sulit diprediksi.
Selain Drake Passage, terdapat sejumlah wilayah laut lain yang memiliki reputasi serupa, seperti Tanjung Horn, Laut Utara, dan kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda.
Meski demikian, banyak ahli kelautan menilai Drake Passage sebagai salah satu perairan paling menantang yang pernah dihadapi para pelaut modern. Drake Passage, Perairan Paling Berbahaya di Dunia Drake Passage merupakan jalur laut yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik di dekat Antarktika. Lebarnya mencapai sekitar 1.000 kilometer dan menjadi jalur laut terpendek menuju benua Antarktika.
Menurut National Geographic, Drake Passage dikenal sebagai salah satu perairan paling berbahaya di dunia karena menjadi tempat bertemunya arus laut besar, angin kencang, serta badai yang dapat muncul secara tiba-tiba. Gelombang di wilayah ini dapat mencapai puluhan meter dan sering kali menghantam kapal tanpa peringatan.
Kondisi tersebut terjadi karena Samudra Selatan yang mengelilingi Antarktika tidak terhalang daratan besar. Akibatnya, angin dapat bertiup mengelilingi bumi tanpa hambatan dan menghasilkan gelombang yang sangat kuat.
Para pelaut bahkan memiliki istilah khusus, yaitu "Drake Shake," untuk menggambarkan guncangan hebat yang dialami kapal saat melintasi kawasan tersebut. Mengapa Perairan Ini Sangat Berbahaya? Bahaya utama di Drake Passage berasal dari kombinasi angin, arus laut, dan perubahan cuaca yang ekstrem. Arus Sirkumpolar Antarktika, yang merupakan arus laut terbesar di dunia, mengalir melalui kawasan ini dan menciptakan kondisi laut yang sangat dinamis.
Selain itu, suhu air yang sangat dingin meningkatkan risiko bagi kapal maupun manusia yang berada di perairan tersebut. Pada musim tertentu, bongkahan es dan gunung es juga dapat ditemukan di jalur pelayaran.
Meski teknologi navigasi modern telah berkembang pesat, kapten kapal tetap harus memperhatikan prakiraan cuaca secara cermat sebelum melintasi Drake Passage. Kesalahan kecil dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat gelombang besar dan angin kencang.
Ironisnya, kondisi ekstrem tersebut juga memiliki manfaat bagi bumi. Arus laut di Drake Passage membantu menjaga suhu Antarktika tetap dingin dan berperan dalam proses penyimpanan karbon di lautan.
Ketika membahas lautan dan samudra paling berbahaya di dunia, Drake Passage hampir selalu berada di daftar teratas. Kombinasi gelombang tinggi, badai kuat, arus deras, dan suhu ekstrem menjadikannya salah satu jalur laut paling menantang bagi pelaut maupun peneliti.
Meski terkenal ganas, perairan ini memiliki peran penting dalam sistem iklim global. Drake Passage menjadi bukti bahwa di balik bahayanya, lautan juga menyimpan fungsi vital yang membantu menjaga keseimbangan lingkungan bumi. (Keysa Qanita)
Baca juga: 10 Pantai Paling Berbahaya di Dunia: Indah tapi Mematikan




