Selebgram Dara Arafah merasa dirugikan usai namanya jadi salah satu orang yang turut diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan penggelapan dana Hanania Travel.
Banyaknya kesimpangsiuran pemberitaan, menurutnya cukup mempengaruhi nama baiknya. Padahal, menurut Dara Arafah ia tak terlibat langsung dengan perkara ini. Dirinya hanya menjadi salah satu influencer yang menerima endorse dari pihak Hanania.
"Kalau untuk aku pribadi pastinya ya nama baik ya pastinya. Terus juga banyak juga pemberitaan-pemberitaan yang simpang siur juga yang aku dapatin," ujar Dara Arafah kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
Perempuan 26 tahun mengaku trauma untuk menerima lagi pekerjaan serupa. Namun sebagai seseorang influencer, bekerja dengan sebuah brand jelas tak terhindarkan.
Ke depan, dalam menjalin kerja sama, Dara sebisa mungkin akan memastikan seluruh kualifikasi terpenuhi. Untuk memastikan kejadian serupa tak terulang kembali.
"Jujur lumayan (trauma). Karena kan kita juga enggak bisa memprediksi masa depan ya. cuma ya ini pasti jadi pembelajaran yang besar banget ya buat saya pribadi,” ucap Dara.
"Jadi bakalan lebih hati-hati sih buat ke depannya, jadi lebih banyak filternya juga buat terima kerja sama sama beberapa pihak gitu," sambungnya.
Hanya saja, bagi Dara semua kerugiannya itu jelas tak sebanding dengan apa yang telah dialami oleh para korban. Karena itu, Dara berharap kasus ini bisa segera selesai dan para korban bisa mendapatkan haknya kembali.
"Cuma menurut aku itu semua enggak sepadan sama korbannya, sama korban dari Hanania itu sendiri yang memang dirugikan secara materi, waktu. Dan memang korban-korbannya itu kan banyak juga yang usianya tuh usia yang sudah tua, kakek-kakek, nenek-nenek, lansia seperti itu ya," kata Dara.
"Jadi kalau dibilang kasihan ya lebih kasihan mereka lah. Jadi mohon banget doanya semoga kita bisa terus kawal kasus ini sampai para jemaah semuanya mendapatkan haknya kembali dan kepolisian juga mendapatkan titik terang," tutupnya.
Sejumlah publik figur lain juga telah diperiksa dalam kasus ini. Di antaranya Keanu Angelo, Thariq Halilintar, Aaliyah Massaid, Anwar BAB, Paula Verhoeven, Praz Teguh, Roger Danuarta, Cut Meyriska, dan Anisa Rahma.
Hingga saat ini, Polda Metro Jaya telah memeriksa total 140 saksi, di mana 122 orang di antaranya adalah jemaah yang menjadi korban. Total jemaah yang merugi mencapai 337 orang.
Polisi pun masih terus mengumpulkan fakta dan bukti hukum sebelum menentukan status para saksi tersebut dalam gelar perkara mendatang.
Terkait kasus ini, Polda Metro Jaya menetapkan Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional atau Hanania Group berinisial ASFR sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah. Diduga, uang jemaah malah dipakai untuk membayar influencer.





